Lintaskabar.id, Makassar – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, mencatat lonjakan produksi padi Gabah Kering Panen (GKP) pada 2025 dibanding tahun sebelumnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Produksi padi GKP di di Sidrap tahun lalu naik sebesar 129.464 ton, atau lebih besar dibandingkan dengan tahun 2024,” ujar Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif melalui keterangan tertulisnya diterima, Senin.

Data Produksi dan Nilai Ekonomi

Pemkab Sidrap mencatat produksi GKP pada 2024 mencapai 434.355 ton dengan harga Rp4.800 per kilogram. Dari capaian itu, Pemkab menaksir nilai produksi sebesar Rp2.564.904.000.

Selanjutnya, Pemkab melaporkan produksi GKP pada 2025 naik menjadi 663.819 ton seiring kebijakan penyesuaian harga Rp6.800 per kilogram. Karena itu, Pemkab menghitung nilai produksi mencapai Rp4.513.969.200. Dengan demikian, produksi GKP bertambah 129.464 ton.

“Ada kenaikan nilai produksi sebesar Rp1,94 miliar lebih untuk tahun 2025,” tutur mantan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan ini menyebutkan.

BPS: Produksi GKG Ikut Meningkat

Selain data Pemkab, Badan Pusat Statistik (BPS) melalui angka sementara 2025 mencatat produksi padi dalam Gabah Kering Giling (GKG) mencapai 556.362 ton. Angka itu naik 108.506 ton atau 24,23 persen dibanding produksi padi (GKG) 2024 yang tercatat 447.865 ton.

BPS juga mencatat produksi padi dalam bentuk GKP pada 2025 sebesar 663.819 ton. Sementara itu, BPS menyebut produksi padi (GKP) 2024 sebesar 534.355 ton, sehingga produksi naik 129.463 ton atau 24,23 persen.

Kenaikan Berasal dari Akumulasi Produksi Tahunan

Pemkab menegaskan kenaikan tersebut berasal dari akumulasi produksi Gabah Kering Panen sepanjang 2025, bukan dari satu periode tanam.

Panen Perdana MT I dan Target 2026

Lebih jauh, Syaharuddin Alrif menyatakan peningkatan hasil ini memperkuat upaya mewujudkan swasembada pangan yang pemerintah pusat canangkan, khususnya di Sidrap. Ia juga menyebut pemerintah daerah terus mengembangkan sektor lain, seperti perkebunan dan pertanian.

Sebelumnya, Syaharuddin Alrif bersama Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku Jamaluddin Al Afgani melaksanakan panen perdana Musim Tanam Pertama (MT I) di Desa Sereang, Kecamatan Maritengngae, Sidrap. Ia menjelaskan panen itu berasal dari musim tanam Oktober–Desember 2025.

Ia menegaskan panen tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah, petani, dan penyuluh dalam menjaga produktivitas tanaman pangan di Sidrap. Karena itu, ia menargetkan produksi panen pada 2026 meningkat menjadi 800.000 ton hingga 1 juta ton gabah.

Percepatan IP300 Dimulai dari Maritengngae

Terakhir, Pemkab menyebut Panen Raya Musim Tanam I (MT I) di Kecamatan Maritengngae menjadi titik awal percepatan penerapan Indeks Pertanaman 300 (IP300). Pemkab menjalankan percepatan tanam ini untuk mendukung program IP300. (Ar)