Lintaskabar.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar memperkuat komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui kolaborasi internasional. Bersama Kota Yokohama, Jepang, Makassar menguatkan Proyek Kota Nol Karbon (Zero Carbon City Project) dengan fokus pada sektor transportasi dan energi, dua penyumbang emisi terbesar di kawasan perkotaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kolaborasi City-to-City Jawab Tantangan Iklim

Melalui kerja sama City-to-City, Makassar dan Yokohama merespons tantangan perubahan iklim global dengan pendekatan yang konkret, terukur, dan berjangka panjang. Selain itu, kedua kota melibatkan pemerintah, akademisi, dan sektor swasta dalam workshop untuk saling berbagi pengalaman, teknologi, serta praktik terbaik dalam merancang transformasi menuju kota rendah emisi.

Workshop Percepat Transisi Energi Bersih dan Transportasi Berkelanjutan

Inisiatif ini mempertegas posisi Makassar sebagai kota yang adaptif dan visioner. Pada saat yang sama, Makassar membuka ruang transfer pengetahuan dan inovasi untuk mempercepat transisi energi bersih serta membangun sistem transportasi berkelanjutan, sejalan dengan agenda pembangunan hijau dan Smart City di Indonesia.

Munafri Buka Workshop di Myko Hotel

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Workshop Zero Carbon City Project with Focus on Transportation and Energy through City-to-City Collaboration between Makassar City and City of Yokohama di Onyx Ballroom Myko Hotel & Convention Center, Selasa (20/1/2026).

Munafri Tegaskan Proyek Multiyears Berorientasi Hasil

Munafri menegaskan bahwa isu perubahan iklim dan dekarbonisasi perkotaan menuntut kerja sama lintas sektor.

“Proyek ini dirancang sebagai program multiyears yang terstruktur dan berorientasi pada hasil nyata berupa penurunan emisi karbon yang terukur,” tambahnya.

Fokus Transportasi: Kendali Lalu Lintas hingga Kendaraan Listrik

Munafri menjelaskan bahwa Makassar memusatkan proyek pada transportasi dan energi. Pada sektor transportasi, Makassar dan Yokohama mengkaji penerapan teknologi pengendalian lalu lintas secara real-time maupun otonom untuk mengurangi kemacetan, meningkatkan efisiensi perjalanan, serta menekan emisi kendaraan bermotor.

Selain itu, Pemerintah Kota Makassar mendorong pengembangan kendaraan listrik beserta infrastruktur pendukungnya. Makassar menyiapkan stasiun pengisian daya dan fasilitas sepeda listrik berbasis energi surya, khususnya di kawasan prioritas dekarbonisasi.

Fokus Energi: Surya Atap hingga Pemanfaatan Panas Limbah

Pada sektor energi, Makassar membuka peluang pengembangan energi terbarukan dan teknologi hemat energi. Makassar mengkaji pembangkit listrik tenaga surya atap, pemanfaatan teknologi surya generasi baru, serta pemanfaatan panas limbah industri.

Komitmen Energi Bersih Jadi Fondasi Pembangunan Rendah Karbon

Munafri menekankan bahwa langkah tersebut selaras dengan komitmen Pemkot Makassar untuk meningkatkan penggunaan energi bersih dan efisiensi energi di sektor publik maupun swasta sebagai fondasi pembangunan jangka panjang yang rendah karbon.

“Kami menyadari bahwa transformasi menuju kota nol karbon membutuhkan waktu, konsistensi kebijakan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan. Namun dengan kolaborasi yang kuat, perencanaan yang matang, dan inovasi berkelanjutan, Makassar mampu mengambil peran aktif dalam agenda global penanggulangan perubahan iklim,” jelasnya.

Munafri Harap Proyek Jadi Model untuk Kota Lain

Munafri berharap kerja sama dengan Kota Yokohama dan Nippon Koei tidak hanya mendorong transfer teknologi, tetapi juga memperkuat transfer pengetahuan dan praktik tata kelola kota berkelanjutan. Ia juga berharap kolaborasi ini menjadi model City-to-City bagi kota-kota lain di Indonesia.

Konsulat Jepang: Makassar Strategis untuk Smart City Berkelanjutan

Sementara itu, Konsulat Jepang untuk Makassar, Ohashi Koichi, mengapresiasi penyelenggaraan workshop tersebut. Ia menilai Makassar memiliki posisi strategis untuk mengembangkan kota pintar yang berkelanjutan dan ramah lingkungan di Indonesia.

MoU Kendaraan Listrik Dinilai Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja

Ohashi juga mengapresiasi rencana penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara ASEAN-Japan dan kelompok usaha terkait kerja sama kendaraan listrik. Rencana tersebut mencakup pendirian perusahaan patungan dan fasilitas perakitan lokal yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan SDM, serta penciptaan lapangan kerja.

“Kerja sama antar kota yang didukung sektor swasta seperti ini merupakan implementasi nyata konsep Smart City. Kami berharap kolaborasi Makassar dan Yokohama dapat menjadi contoh bagi pengembangan kota berkelanjutan di kawasan ASEAN,” pungkasnya. (Ar)