SULSEL — Sore hari di halaman Gedung DPRD Sulawesi Selatan dipenuhi oleh puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa, Pemuda, dan Rakyat (AMPERA) yang menggelar aksi damai menolak rencana pertambangan di Kabupaten Sinjai, Rabu (25/6).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan tertib, massa berdiri berjejer di depan kantor DPRD di Jalan Urip Sumoharjo, menyuarakan kekhawatiran atas dampak eksploitasi tambang terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo, menyambut langsung para demonstran. Mengenakan kemeja putih dan membawa megafon, ia berdiri di hadapan massa untuk menyampaikan komitmen lembaga legislatif dalam merespons aspirasi mereka.

“Insya Allah akan segera kami tindak lanjuti dalam rapat dengar pendapat (RDP). Kita akan undang semua pihak untuk mendengar penjelasan secara menyeluruh,” kata Fauzi, yang juga merupakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh peserta aksi, yang sejak awal mendesak DPRD agar bersikap jelas terhadap isu lingkungan di Sinjai.

Aliansi AMPERA menilai rencana pertambangan itu berpotensi merusak ekosistem, mencemari sumber air bersih, dan merugikan masyarakat lokal yang menggantungkan hidup pada kelestarian alam.

Koordinator aksi, Nasrullah, menyuarakan tuntutan mereka melalui pengeras suara. Ia meminta agar Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulsel tidak memberikan rekomendasi izin baru, dan mencabut proses perizinan yang tengah berjalan.

“Kami mendesak agar izin tambang di wilayah kami tidak diterbitkan. Bahkan, yang sedang diproses pun harus dihentikan,” tegas Nasrullah.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan aparat kepolisian. Tidak terjadi kericuhan selama kegiatan berlangsung.

Usai mendapatkan komitmen dari DPRD Sulsel untuk menggelar RDP dalam waktu dekat, massa membubarkan diri dengan tertib. Mereka berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti secara nyata oleh para wakil rakyat.

Penulis: Ardhi