SULSEL-Baru-baru ini, sebuah video berdurasi satu menit beredar luas di sosial media yang menyudutkan calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Azhar Arsyad.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Video tersebut menampilkan ratusan warga yang menghadiri kegiatan politik dengan ketua NasDem Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu sebagai pembicara utama.

Dalam video tersebut, RMS menyampaikan kritik tajam kepada Azhar Arsyad.

“Apalagi calon wakil gubernur yang mengaku orang Pinrang, tapi tidak ada apa-apa yang bisa dibawa ke Pinrang,” ujarnya di hadapan warga Pinrang.

RMS juga menekankan bahwa kegagalan Azhar dalam meraih kursi legislatif periode 2024-2029 merupakan bentuk penolakan masyarakat terhadapnya.

“Orang Pinrang menghukum dia,” tambahnya, yang langsung disambut teriakan dukungan dari para hadirin.

Sekretaris PKB Sulsel, Muhammad Haekal, memberikan tanggapan yang lebih santai terhadap video tersebut.

Ia menegaskan bahwa penilaian terhadap Azhar seharusnya datang dari masyarakat Pinrang sendiri.

“Perlu dicatat bahwa selama Azhar Arsyad menjadi caleg provinsi Sulsel 2019-2024, sebagian besar program sinergitas berhasil masuk ke Pinrang,” jelasnya pada Rabu, 30 Oktober 2024.

Haekal juga mengungkapkan bahwa pemilihan legislatif (pileg) 2024 merupakan yang paling brutal dalam sejarah pemilu Indonesia.

“Lalu, apa yang mau dibanggakan dengan perolehan suara pileg 2024?,” jelasnya.

Dalam konteks ini, ia menegaskan bahwa pilkada dan pileg adalah dua sistem pemilu yang berbeda, sehingga tidak ada jaminan akan ada korelasi langsung antara hasil keduanya.

“Pileg dan Pilkada merupakan dua sistem pemilu yang berbeda,” tegasnya.**