Lintaskabar.id, Makassar — Pengembang resmi memulai pembangunan kawasan mixed-use Mal Ratu Indah (MaRI) melalui seremoni peletakan batu pertama yang digelar Selasa (28/4) di lokasi eks Hotel Sahid. Langkah ini menandai dimulainya pengembangan kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi komersial dan hunian di pusat Kota Makassar.
Selain itu, berbagai pemangku kepentingan lintas sektor menghadiri kegiatan ini, mulai dari pemerintah provinsi dan kota, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi vertikal, hingga perbankan dan mitra strategis. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan terhadap transformasi MaRI sebagai proyek pengembangan urban di Indonesia Timur.
KALLA Perkuat Portofolio Properti
Dalam sambutannya, Chief Executive Officer KALLA, Solihin Jusuf Kalla, menegaskan bahwa perusahaan mengambil langkah strategis melalui proyek ini untuk memperkuat portofolio properti. Ia juga menyebut pengembangan tersebut sebagai upaya menjaga daya saing dan relevansi MaRI sebagai destinasi utama masyarakat.
Dukungan Pemkot dan Dampak Ekonomi
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. Ia menilai pembangunan ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja baru di tengah meningkatnya aktivitas dan mobilitas penduduk di Makassar.
Selanjutnya, jajaran direksi Kalla bersama Wali Kota Makassar secara simbolis melakukan prosesi ground breaking sebagai tanda dimulainya pekerjaan fisik proyek.
Dua Tahap Pengembangan dan Fasilitas Modern
Pengembang merancang proyek MaRI dalam dua tahap. Pada tahap pertama, mereka memfokuskan pembangunan pada optimalisasi dan perluasan area parkir eksisting. Kemudian, pada tahap kedua, mereka akan memperluas area mal dengan menghadirkan konsep ritel dan gaya hidup yang lebih modern serta terintegrasi.
Di sisi lain, pengembang juga membangun apartemen setinggi 10 lantai hunian dengan tambahan 9 lantai parkir khusus penghuni. Mereka turut menghadirkan fasilitas ballroom di rooftop parkir, serta menyediakan sekitar 230 unit hunian dalam satu kawasan terpadu.
Proyek Terencana dan Berkelanjutan
Pengembang telah menyiapkan proyek ini melalui perencanaan jangka panjang selama kurang lebih dua tahun, mencakup desain arsitektur, kajian teknis, hingga penataan kawasan melalui pembongkaran eks Hotel Sahid. Dengan demikian, mereka menunjukkan kesiapan dalam menghadirkan proyek yang terukur dan berkelanjutan.
Secara keseluruhan, pengembang menargetkan pembangunan kawasan mixed-use MaRI rampung pada 2028. Mereka berharap proyek ini dapat memperkuat posisi Makassar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur.
Komitmen pada Standar dan Lingkungan
Di samping itu, MaRI terus bertransformasi sebagai pusat perbelanjaan pionir di kawasan timur Indonesia. Pengelola telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) serta sertifikasi bangunan hijau Greenship Existing Building peringkat Gold. Pencapaian ini menegaskan komitmen terhadap keamanan, efisiensi energi, dan keberlanjutan.
Akhirnya, ground breaking ini menjadi langkah awal dalam mewujudkan visi besar MaRI sebagai kawasan mixed-use terintegrasi yang menghadirkan fungsi komersial, hunian, serta ruang interaksi publik dalam satu lingkungan modern.







