MAKASSAR — Grup perkusi Sekolah Alam Bosowa, SAB Percussion, tampil gemilang dalam acara “Tjakap Djiwa” yang digelar di Hotel Aryaduta pada Jumat kemarin.
Mengusung tema “Fun, Fit, and Fresh”, SAB Percussion mempersembahkan pertunjukan bertema empat etnis besar di Sulawesi Selatan.
Mereka menawarkan irama khas Makassar melalui Pakarena, Bugis lewat Mappadendang, Mandar dengan Lita Pembolongang, serta Toraja melalui Sarira Parerung.
Keunikan penampilan ini terletak pada penggunaan alat musik perkusi yang dibuat dari barang-barang daur ulang, seperti botol plastik, ember bekas, dan instrumen bambu buatan tangan.
Kolaborasi dengan alunan pianika pun menambah warna dalam harmoni musik mereka.
Lebih dari sekadar hiburan, kehadiran SAB Percussion memperlihatkan bagaimana kreativitas berbasis lingkungan dan budaya dapat berkembang melalui pendidikan
Penampilan ini menjadi salah satu sorotan dalam rangkaian acara Tjakap Djiwa, yang bertujuan mendorong masyarakat untuk hidup lebih aktif, sehat, dan bahagia.
Penulis: Anugrah







