MAKASSAR—Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf mengunjungi dua lokasi pengungsian korban banjir di Kecamatan Manggala, Makassar, Rabu kemarin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Lokasi yang dikunjungi adalah Masjid Jabal Nur dan Masjid Al Muttaqin, tempat ratusan pengungsi mendapatkan perlindungan sementara.

Kunjungan ini bertujuan memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi, baik dari segi kebutuhan fisik maupun psikososial.

“Kami datang untuk memantau langsung kondisi korban banjir di Manggala dan menyalurkan bantuan, khususnya kebutuhan wanita dan anak-anak,” ujar Saifullah Yusuf, akrab disapa Gus Ipul.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos menyalurkan bantuan sosial senilai Rp 5 miliar untuk korban banjir di Sulawesi Selatan, termasuk Rp 1,2 miliar khusus untuk Kota Makassar.

Bantuan berupa kasur matras, obat-obatan, makanan siap saji, kebutuhan wanita, bayi, dan anak-anak diberikan langsung kepada para pengungsi.

“Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat selama masa darurat. Ini adalah bentuk perhatian pemerintah pusat untuk mendukung masyarakat terdampak bencana,” tambah Gus Ipul.

Asisten I Pemerintah Kota Makassar, Andi Muh Yasir, menyatakan bahwa Pemkot Makassar telah bekerja maksimal sejak awal bencana.

Selain menyalurkan kebutuhan pokok, seperti makanan siap saji, tenda, susu, air bersih, dan popok bayi, layanan psikososial juga diberikan kepada pengungsi.

“Kami menghadirkan layanan psikososial setiap hari untuk menghibur anak-anak di pengungsian. Mereka diajak bermain dan diberi kegiatan positif agar tetap ceria meski dalam kondisi sulit,” kata Yasir.

Ia juga menyampaikan bahwa banjir di beberapa titik di Kota Makassar mulai surut. Hal ini menunjukkan penanganan intensif yang dilakukan pemerintah telah membuahkan hasil.

Mensos menegaskan pentingnya perhatian tidak hanya pada kebutuhan fisik, tetapi juga pemulihan psikososial masyarakat terdampak.

“Banjir bukan hanya soal kehilangan materi, tapi juga trauma. Kami pastikan masyarakat mendapatkan pendampingan hingga kondisi pulih,” ujar Gus Ipul.

Dengan kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan penanganan bencana banjir di Makassar dapat segera tuntas dan kehidupan warga kembali normal.

Penulis: Natan