Lintaskabar.id, Makassar – Kementerian Keuangan menegaskan pembenahan sistem pelaporan pajak Coretax terus berjalan, terutama pada lapisan yang bisa dikendalikan langsung oleh tenaga ahli Indonesia.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut sebagian besar komponen yang berada di bawah kendali tim dalam negeri yang direkrut khusus di bidang teknologi sudah dibenahi.
Hambatan utama, kata Purbaya berada pada bagian yang masih dikerjakan konsorsium vendor asal Korea Selatan, LG CNS–Qualysoft. Ia menilai kualitas program yang diserahkan tidak memenuhi harapan.
“Depan bisa diberesin, tengah bisa diberesin, yang di bawah yang di LG nggak bisa,” ujarnya, sembari menyebut kode yang diterima timnya terkesan dikerjakan oleh “programmer tingkat baru, lulusan SMA”.
Purbaya menilai pemerintah “dikibulin” selama proses pengembangan karena hasil tidak sebaik perkiraan. Ia menekankan, citra luar negeri termasuk popularitas budaya pop tidak otomatis berbanding lurus dengan mutu di ranah pemrograman.
“Di K‑pop, film, nyanyi beda. Program beda,” tegasnya.
Meski tim teknis Kemenkeu telah menyiapkan perbaikan lebih lanjut, akses penuh ke seluruh komponen belum bisa dilakukan karena masih terikat kontrak dengan pengembang dari Korea Selatan.
Proyek yang dibangun selama empat tahun itu membuat sebagian area tidak dapat disentuh sampai serah terima akses dilakukan.
Purbaya menargetkan, setelah akses diberikan kepada tim Indonesia, pembenahan menyeluruh termasuk aspek security dan infrastruktur bisa dirampungkan pada Januari–Februari mendatang.
“Januari sudah selesai harusnya. Infrastruktur sangat amat cukup, tinggal dimaksimalkan pemanfaatannya,” kata dia. (Zi)






