MAKASSAR — Dua atlet angkat besi berprestasi asal Sulawesi Selatan, Rahmat Erwin Abdullah dan Ade Rifky Agustian, resmi mengajukan permohonan mutasi untuk membela Provinsi Jawa Timur.
Permohonan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Sulsel.
Rahmat dan Ade Rifky menilai kepindahan ini merupakan langkah untuk mencari tantangan baru sekaligus meningkatkan kualitas serta masa depan karier olahraga mereka.
Dalam surat permohonan yang juga ditandatangani pelatih mereka, Erwin Abdullah, alasan kepindahan dijelaskan secara gamblang.
“Adapun alasan kami mengajukan mutasi adalah agar kami dapat berkembang, meningkatkan prestasi, serta meraih masa depan yang lebih baik,” tulis Rahmat, Rabu (1/10) malam.
Peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 itu juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Sulawesi Selatan atas dukungan dan kesempatan yang diberikan selama ini.
“Saya sangat berterima kasih atas pengalaman yang diperoleh selama berjuang di kampung halaman Sulsel. Banyak hal yang saya pelajari dan kembangkan ketika membela Sulsel,” ujarnya.
Sementara itu, Ade Rifky tetap menaruh harapan besar terhadap perkembangan olahraga di tanah kelahirannya. “Besar harapan saya semoga PABSI Sulawesi Selatan semakin maju dan berkembang,” katanya.
Terkait pengajuan mutasi tersebut, Sekretaris Umum PB PABSI Sulsel, Attok Suharto menegaskan bahwa keputusan Rahmat dan Ade Rifky dibuat secara sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun. Saat ini, proses administrasi mutasi sedang berjalan di kedua belah pihak PABSI tingkat provinsi.
Menurut Attok, kepindahan ini dilatarbelakangi kondisi pembinaan olahraga di Sulsel yang dinilai kurang mendukung perkembangan atlet.
“Alasan pindahnya karena merasa di Sulsel tidak ada iklim pembinaan cabang olahraga, sehingga mereka mencari provinsi yang lebih menjanjikan,” jelasnya.
Attok juga mengakui, hengkangnya kedua atlet beserta pelatih menjadi kerugian besar bagi Sulsel. Terutama menghadapi PON NTT–NTB mendatang, Sulsel dipastikan kehilangan peluang tiga medali emas. Padahal, pada PON Aceh–Sumut sebelumnya, cabang angkat besi hanya menyumbang satu emas.
Penulis: Zulkifli







