MAKASSAR — Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar menyelenggarakan kegiatan In House Training yang melibatkan tenaga medis dan nonmedis sebagai peserta.
Pelatihan ini berlangsung selama enam hari, dimulai pada Rabu hingga Jumat, 18–21 Juni, dan dilanjutkan kembali pada Senin hingga Rabu, 23–25 Juni 2025.
Seluruh rangkaian kegiatan digelar di ruang pertemuan lantai 4 Gedung RS UIN Alauddin, Jalan Sultan Alauddin, Makassar.
Direktur RS UIN Alauddin, dr. Purnamaniswaty, menyampaikan apresiasinya kepada panitia, fasilitator, dan seluruh peserta atas semangat dan komitmen yang tinggi selama proses pelatihan.
“Saya sangat menghargai dedikasi panitia dan peserta dalam mengikuti pelatihan dasar ini. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam membentuk budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada mutu pelayanan,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya persiapan menghadapi akreditasi rumah sakit. Ia berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pelayanan yang aman dan sesuai dengan standar nasional.
“Semoga semangat belajar ini dapat terus tumbuh dalam aktivitas kerja sehari-hari. Ini adalah awal dari perjalanan kita bersama untuk membangun rumah sakit yang lebih baik dan terpercaya,” lanjutnya.
Manajer Ditlitbang dan Marketing RS UIN Alauddin, dr. Abd. Rahman, menilai kegiatan ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan profesionalisme SDM.
“Pelatihan ini tidak hanya memperkuat pemahaman terhadap standar pelayanan, tetapi juga mempererat sinergi antarunit kerja. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi di lapangan dan dapat langsung diterapkan,” jelasnya.
Ia berharap pelatihan seperti ini bisa menjadi agenda rutin untuk membangun budaya belajar yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Ina Raihanah Muslimin, dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan utama dari pelatihan ini adalah meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para peserta dalam menjalankan tugas mereka di lingkungan rumah sakit.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan lancar. Peserta mendapatkan materi tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Bantuan Hidup Dasar (BHD), pelayanan prima, serta mutu dan keselamatan pasien,” ungkapnya.
Sebanyak 130 peserta yang terdiri dari tenaga medis, nonmedis, petugas kebersihan, dan satuan pengamanan turut ambil bagian dalam pelatihan ini. Ke depannya, RS UIN Alauddin berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas SDM guna mewujudkan layanan kesehatan yang unggul dan terpercaya.
Penulis: Ardhi







