MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus mendorong transformasi pendidikan yang tak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga penguatan karakter anak sejak usia dini.
Bersinergi dengan Universitas Negeri Makassar (UNM), Pemkot tengah mempersiapkan perubahan kurikulum pendidikan dasar yang sarat akan nilai-nilai lokal.
Langkah kolaboratif ini berfokus pada integrasi pendidikan karakter di tingkat PAUD dan SD. Dalam pertemuan antara Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi, dibahas berbagai pendekatan untuk menyisipkan nilai karakter ke dalam mata pelajaran sekolah, memperkuat budaya sekolah yang positif, serta mendorong keterlibatan guru sebagai teladan moral.
Prof. Karta menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa penanaman karakter seharusnya dimulai sejak dini. “Kurikulum nasional akan semakin kuat jika diberi sentuhan lokal yang membumi. Nilai seperti sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi harus tertanam sejak dini,” ujarnya.
UNM juga menyatakan kesiapan membentuk tim ahli yang akan mendampingi Pemkot Makassar dalam merancang strategi kurikulum karakter berbasis identitas lokal.
Program ini dirancang untuk menjangkau jenjang PAUD hingga SD, dengan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan pendidikan formal dan nonformal, serta mengedepankan nilai moral, tanggung jawab sosial, dan etika.
Sebagai bentuk penguatan kerja sama, UNM turut mengundang Wali Kota Makassar untuk hadir dalam perayaan Dies Natalis ke-64 UNM yang akan digelar pada awal Agustus mendatang. Dalam kesempatan itu, kolaborasi strategis antara Pemkot dan UNM dijadwalkan akan dideklarasikan secara simbolik.
Munafri menekankan pentingnya pembangunan karakter sebagai fondasi utama dalam pendidikan. “Generasi masa depan bukan hanya harus pintar, tapi juga berakhlak dan punya identitas lokal yang kuat. Pendidikan karakter harus dimulai sejak bangku PAUD dan SD,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya memasukkan nilai-nilai religius dan budaya lokal dalam kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat Makassar. Munafri menyatakan niatnya untuk segera melakukan diskusi intensif dengan pihak UNM guna mempercepat proses penyusunan kurikulum yang baru.
Menutup diskusi, Munafri juga menyelipkan harapan agar pengelolaan lingkungan seperti sistem pengolahan sampah di kawasan pendidikan turut menjadi perhatian, menandai komitmen Pemkot dalam membangun karakter tidak hanya lewat kelas, tetapi juga lewat praktik hidup sehari-hari.
Penulis: Ardhi







