MAKASSAR — Tanpa kehadiran Amsal Sampetondo sebagai petahana, enam kandidat akan bersaing memperebutkan posisi Ketua DPD Partai Hanura Sulawesi Selatan periode 2024–2029 dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang dijadwalkan berlangsung di Hotel Claro, Makassar, pada 31 Juli mendatang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal ini disampaikan oleh Safaruddin Ahmad, Wakil Ketua DPD Hanura Sulsel sekaligus Komite Pengarah Musda, dalam konferensi pers yang digelar di Sekretariat Hanura Sulsel, Jalan Andi Pangerang Pettarani, Senin kemarin.

Para calon terdiri dari tiga tokoh eksternal dan tiga kader internal. Dari luar partai, terdapat nama Mayjen (Purn) Andi Muhammad Mappanyukki, Ahmad Dg Tonang, dan Abdullah Nanda. Sementara dari internal partai, muncul nama Muhammad Hasan Basri Ambarala (Ketua DPC Hanura Sinjai), Jack Sardes, dan Andi Mappatunru (Ketua DPC Hanura Jeneponto).

“Pak Amsal memilih untuk tidak maju kembali. Ia ingin memberi ruang regenerasi dan membuka kompetisi yang sehat antar kader maupun tokoh yang ingin berkontribusi,” jelas Safaruddin.

Ia juga menyebut bahwa awalnya ada delapan nama yang mendaftar, namun dua di antaranya memilih mundur: Dr. Andi Syahrial Makkuradde (Ketua DPC Hanura Wajo) dan Dedi Djusman (Bendahara DPD Hanura Sulsel).

Enam nama yang tersisa akan diserahkan ke DPP Hanura pada 24 Juli mendatang untuk proses seleksi lanjutan. Sesuai hasil Munas di Bali, keputusan akhir soal siapa yang akan diusung sebagai Ketua DPD diserahkan kepada DPP melalui penerbitan rekomendasi.

“DPP akan menentukan siapa saja yang layak maju. Para calon dipersilakan melakukan pendekatan politik ke DPP,” tambah Safaruddin.

Setelah itu, sebanyak 27 pemilik suara akan menentukan pilihan mereka. Pemilik suara terdiri dari 24 Ketua DPC, Dewan Pimpinan Daerah, Dewan Pengarah, dan Dewan Pimpinan Pusat masing-masing satu suara.

Penulis: Ardhi