Lintaskabar.id, Pangkep – Upaya pencarian pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, akhirnya menghasilkan temuan penting. Pada Selasa, 21 Januari 2024, menjelang sore, Tim SAR Gabungan SRU-1 menemukan black box pesawat di lokasi ekstrem, tepatnya di bawah tebing curam dengan kedalaman sekitar 400 meter dari puncak gunung. Penemuan ini memperkuat rangkaian operasi pencarian dan pertolongan serta mendukung proses investigasi kecelakaan penerbangan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tim SRU-1 Menembus Tebing Curam di Tengah Cuaca Ekstrem

Tim menemukan black box di medan yang sangat menantang dan berisiko tinggi. Tebing terjal, bebatuan licin, dan vegetasi rapat membatasi pergerakan sekaligus mengurangi jarak pandang personel. Cuaca ekstrem berupa kabut tebal dan hujan lebat juga menyulitkan proses pencarian. Untuk mengatasi kondisi tersebut, SRU-1 menjalankan skenario vertical rescue yang menuntut keahlian teknis, ketahanan fisik, ketelitian tinggi, dan koordinasi solid agar operasi tetap aman serta efektif.

Empat Personel SAR Universitas Bosowa Turun Langsung di Lokasi

Empat personel SAR Universitas Bosowa ikut terlibat aktif dan bekerja langsung di lapangan. Mereka ialah Muh. Ikhsan Amin dan Wahyudi Febriansyah, serta Sultan Al Israel dan Peniel Siburian. Mereka mengikuti pendidikan dan pembinaan teknis dari Basarnas, sehingga memiliki kompetensi untuk menjalankan operasi SAR di medan ekstrem dan berisiko tinggi.

Mahasiswa Perkuat Sinergi Kampus dan Lembaga Negara

Keterlibatan mahasiswa Universitas Bosowa menunjukkan sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga negara dalam bidang pencarian serta pertolongan. Melalui pendidikan dan latihan dasar SAR bersama Basarnas Makassar, kampus membentuk sumber daya manusia muda yang terlatih, disiplin, dan siap melaksanakan misi kemanusiaan.

Perwakilan SAR Universitas Bosowa menegaskan penemuan black box lahir dari kerja kolektif seluruh tim di lapangan. “Penemuan black box ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan. Medan yang kami hadapi sangat berat dan berisiko, namun dengan koordinasi yang baik serta penerapan prosedur keselamatan yang ketat, operasi dapat berjalan dengan aman,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa mencerminkan nilai pendidikan yang dijalankan Universitas Bosowa. “Mahasiswa SAR Universitas Bosowa dibekali tidak hanya pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan teknis, mental tangguh, dan kepedulian kemanusiaan. Ini sejalan dengan komitmen Universitas Bosowa dalam mencetak lulusan yang berkarakter, berdaya saing, dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tambahnya.

Black Box Menjadi Kunci Pengungkapan Penyebab Kecelakaan

Black box memegang peran penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan penerbangan. Perangkat ini terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder yang merekam parameter penerbangan serta percakapan di dalam kokpit. Data tersebut menjadi bahan utama Komite Nasional Keselamatan Transportasi untuk melakukan analisis mendalam, mengevaluasi keselamatan penerbangan, dan menyusun langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.

Temuan Ini Menegaskan Dedikasi dan Profesionalisme Tim SAR

Keberhasilan SAR Universitas Bosowa bersama Tim SAR Gabungan menemukan black box ATR 42-500 di tengah medan ekstrem dan cuaca buruk menegaskan dedikasi, profesionalisme, serta semangat kemanusiaan para personel. Capaian ini juga menegaskan kontribusi Universitas Bosowa dalam misi kemanusiaan melalui pendidikan yang aplikatif, berdampak, dan relevan dengan kebutuhan bangsa. (Ag)