PALOPO — Menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Kota Palopo, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palopo menggelar sosialisasi bertema “Netralitas ASN dalam Rangka Mewujudkan Demokrasi yang Berintegritas”, bertempat di Aula Ratona. Acara ini melibatkan berbagai unsur pemerintahan, lembaga yudikatif, serta Forkopimda Kota Palopo.
Anggota Bawaslu RI, Dr. Herwyn J. H. Malonda, M.Pd., M.H., hadir langsung dalam kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh elemen, termasuk TNI dan Polri, dalam menjaga stabilitas menjelang PSU.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang terus diberikan dalam menciptakan situasi yang kondusif di Palopo. Ini adalah kunci agar proses demokrasi berjalan baik,” ujar Herwyn, belum lama ini.
Ia menyebutkan bahwa secara nasional terdapat 24 daerah yang harus menjalani PSU akibat berbagai pelanggaran, termasuk yang berkaitan dengan pasangan calon.
Herwyn menegaskan bahwa keberhasilan PSU bukan hanya tanggung jawab penyelenggara, tetapi seluruh elemen bangsa, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Netralitas ASN adalah pilar utama dalam memastikan demokrasi yang bersih. Kami berharap PSU di Palopo bisa berjalan damai dan melahirkan pemimpin yang berkualitas,” tambahnya.
Ketua Bawaslu Sulsel, Mardiana Rusli, S.E., M.I.Kom., turut menekankan bahwa PSU Palopo menjadi perhatian serius Bawaslu Pusat karena menyangkut integritas demokrasi di tingkat lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa ASN tidak terlibat dalam politik praktis. Mereka harus menjadi teladan dalam menjaga proses demokrasi yang adil dan jujur,” tegas Mardiana.
Ia juga mengingatkan warga Palopo untuk menyalurkan hak pilihnya pada tanggal 24 Mei 2025 dan mengajak semua pihak untuk aktif menjaga kondusivitas.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu mengajak ASN, masyarakat, dan media untuk berperan aktif dalam menjaga integritas demokrasi.
Diharapkan, ASN tetap profesional, netral, dan menjadi contoh positif dalam mewujudkan pemilu yang sehat dan bermartabat.
Penulis: Ardhi







