MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima kunjungan audiensi dari PT PLN (Persero) UIP3B Sulawesi, Unit Pelaksana Transmisi Makassar pada Selasa (19/8).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Makassar berdiskusi bersama Kamran, Manager Unit Pelaksana Transmisi Makassar, yang bertanggung jawab atas Operasi dan Pemeliharaan Transmisi Gardu Induk Sulawesi Selatan, serta jajarannya.

Munafri menerima informasi terkait beberapa isu strategis PLN, termasuk ruang bebas dan jarak aman jaringan listrik tegangan tinggi 150 kV, serta memperkuat rencana penataan jaringan kabel bawah tanah (underground cable) di Makassar.

Kamran mengungkapkan terima kasih kepada Wali Kota Makassar dan jajarannya atas kesempatan audiensi ini sebelum memaparkan kerawanan-kerawanan jaringan yang ada di wilayah Makassar.

Ia menyebutkan adanya tower transmisi yang semakin rendah akibat pembangunan di bawahnya, serta pohon-pohon yang mulai mendekati jaringan, khususnya pohon nipah sepanjang sungai Tello hingga Tallo Lama dan sekitarnya.

“Kami ingin menyampaikan mengenai beberapa kondisi kerawanan pada sistem penyaluran listrik, khususnya pada instalasi strategis seperti Gardu Induk 150 kV dan 70 kV yang menyuplai listrik ke pusat kota Makassar,” kata Kamran.

Kerawanan ini berpotensi menyebabkan pemadaman listrik di area vital seperti Tallo Lama, Pelabuhan Makassar, Jalan Tol Reformasi, hingga kawasan industri lainnya.

Selain itu, Kamran juga menyebutkan masalah sertifikat aset tower yang berdekatan dengan instalasi PDAM Makassar. Ia mengusulkan adanya koordinasi intensif dengan pemerintah kota untuk menjaga keberlanjutan aset vital negara tersebut.

Ia juga menambahkan bahwa terkait dengan kerawanan jaringan rendah, PLN telah melakukan mitigasi dengan berbagai langkah, seperti peninggian tower dan pengembangan jaringan kabel bawah tanah (Underground Cable) 150 kV yang telah diterapkan di jalur Bontoala-Tanjung Bunga, Bontoala-Tallo Lama, dan KIMA-Daya Baru.

Munafri menyambut baik penjelasan tersebut dan mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh PLN. Terkait kerawanan akibat pohon yang mendekati jaringan, ia menyatakan kesiapan Pemkot Makassar untuk berkolaborasi dengan PLN dalam sosialisasi kepada masyarakat.

“Pemerintah kota akan turun langsung bersama tim dan menyosialisasikan hal ini, terutama dengan melibatkan camat dan lurah setempat. Kita perlu pendekatan persuasif dalam penertiban, seperti penebangan pohon, agar masyarakat mengerti betapa pentingnya menjaga keandalan listrik,” ungkap Munafri.

Selain itu, Munafri juga menyatakan bahwa program kabel bawah tanah sesuai dengan visi pemerintah kota yang ingin menjadikan Makassar sebagai kota metropolitan yang modern dan tertata rapi.

“Rencana kami adalah memasang kabel bawah tanah, dan jika memungkinkan, berkolaborasi dengan PLN untuk gabung dalam proyek tersebut,” ujarnya.

Munafri berharap, ke depannya, pembangunan tata kota Makassar bisa berjalan seiring dengan program pembangunan kabel bawah tanah PLN di kawasan-kawasan prioritas. Hal ini, menurutnya, akan memastikan jaringan listrik aman sekaligus mempercantik wajah kota Makassar yang semakin modern.

Bagi Munafri, pertemuan ini menjadi momen penting bagi sinergi antara PLN dan Pemkot Makassar. Ia berharap kerja sama yang lebih erat dapat memperkuat koordinasi teknis, memastikan penataan infrastruktur listrik—baik pemeliharaan maupun pembangunan kabel bawah tanah—terlaksana secara bertahap dan berkesinambungan.

Penulis:  Ardhi