Lintaskabar.id, Makassar — Komisi D DPRD Sulsel merekomendasikan pergantian team leader yang menangani paket irigasi multi years 2025–2027. Komisi D menyampaikan rekomendasi itu dalam rapat kerja bersama pemenang tender manajemen konstruksi (MK) di Kantor sementara DPRD Sulsel, Makassar, Senin (19/01/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Empat Paket Rehabilitasi Dibahas

Dalam rapat tersebut, Komisi D membahas empat paket rehabilitasi daerah irigasi. Pertama, paket yang mencakup Kabupaten Maros, Gowa, Bulukumba, dan Sinjai. Kedua, paket untuk wilayah Bone, Soppeng, dan Wajo. Ketiga, paket yang meliputi Pangkep, Barru, Sidrap, dan Pinrang. Keempat, paket yang mencakup Enrekang, Toraja Utara, Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur.

Sadar Soroti Rekam Jejak Nawawi

Selanjutnya, Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, menyoroti Team Leader dari PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar, yakni Nawawi. Sadar menilai Nawawi memiliki rekam jejak yang perlu dipertanyakan karena Nawawi disebut pernah mengerjakan proyek Bendung dan Embung Lalengrie di Bone yang bermasalah.

“Pak nawawi ini sudah bermasalah pekerjaannya (di Bone)kenapa dipakai lagi? Kenapa tidak diganti saja ini hari?,” kata Sadar kepada Kepala Cabang PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar, Sudirman.

Lukman Minta Penggantian dan Tolak “Coba-coba”

Anggota Komisi D lainnya, Lukman B Kady, menguatkan pernyataan Sadar. Lukman juga meminta PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar mengganti Nawawi sebagai Team Leader.

“Makanya tadi begitu melihat Pak Nawawi, ingat (proyek bermasalah) Lalangrie, Pak. Bayangan kami di mukanya Nawawi, ini Lalangrie. Jadi kalau bapak pakai untuk melanjutkan lagi, ini deadline loh pak. Tolong jangan lagi ada istilah coba-coba,” ujar Lukman.

“Dengan kondisi Pak Nawawi, karena kami yang turun (mengawasi) pak. Gantilah yang muda-muda, yang gas full. Jangalah pakai orang yang rusak, bapak,” tegas Anggota Fraksi Golkar ini.

Sudirman Klaim Baru Tahu dan Siap Koordinasi

Menanggapi rekomendasi dewan, Kepala Cabang PT Kogas Driyap Konsultan Wilayah Makassar, Sudirman, mengaku baru mengetahui persoalan rekam jejak Nawawi saat rapat berlangsung. Sudirman menyebut, ketika ia merekrut Nawawi, ia mengandalkan referensi yang tercantum baik.

“Pada saat saya merekrut beliau, saya tidak tahu dimana sebelumnya dia bekerja. Apakah bermasalah atau tidak, semua di pengalaman kerjanya ada referensinya, dan di referensi itu, baik semua,” sebut Sudirman.

Namun, Sudirman menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan rekomendasi DPRD. Sebelum mengevaluasi Nawawi, ia akan berkoordinasi lebih dulu dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA), Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sulsel, serta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

“Tapi tadi di rapat tadi, ternyata ada masalah. Solusinya kalau ada masalah seperti itu, kita akan tanggapi dengan serius,” paparnya.

“Ada kemungkinan pergantian, Tentu akan kita komunikasikan dengan kepala dinas dan KPA. Kita lihat kinerjanya selama ini, dan melihat track recordnya selama ini,” sambungnya.

Ketua Komisi D Tekankan Pengawasan agar Tepat Waktu

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, mengingatkan pihak MK agar bekerja optimal sehingga proyek irigasi selesai tepat waktu dan masyarakat segera memanfaatkannya.

“Kita minta pekerjaan mereka betul-betul bekerja dengan baik, untuk bagaimana mengawasi pekerjaan fisik dari kontraktor yang mengerjakan irigasi ini,” tandasnya. (Ar)