Lintaskabar.id, Makassar – Wakil Ketua Komite II DPD RI, Andi Waris Halid, menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diikuti ratusan warga Kota Makassar di Grand Palace Hotel, Jalan Tentara Pelajar, Minggu (15/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program MPR RI yang mewajibkan setiap anggota menyosialisasikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat.
Sosialisasi Sasar Masyarakat Sulsel
Dalam kesempatan tersebut, Andi Waris Halid menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini menyasar masyarakat luas, khususnya warga di daerah pemilihannya di Sulawesi Selatan.
“Sosialisasi empat pilar ini untuk masyarakat. Karena saya dari Dapil Sulsel Selatan, maka kegiatan ini juga untuk masyarakat Sulsel Selatan. Ini memang program MPR RI dan merupakan amanah undang-undang untuk dilaksanakan,” ujarnya.
Ia juga menghadirkan sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai komunitas di Makassar, di antaranya komunitas adat Pasar Butung, Bunga Ejaya, dan Barukang.
Digelar Bergilir di Berbagai Daerah
Selain di Makassar, Andi Waris Halid juga melaksanakan sosialisasi Empat Pilar secara bergilir di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.
“Bukan cuma di Makassar, sosialisasi empat pilar ini juga dilakukan di kabupaten. Saya sudah melaksanakan di Barru, Sinjai, dan Bone,” jelasnya.
Ia menuturkan bahwa setiap anggota MPR RI memiliki jadwal sosialisasi yang dilakukan beberapa kali dalam setahun sehingga kegiatan ini dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat.
Generasi Muda Perlu Pahami Empat Pilar
Di sisi lain, Andi Waris Halid menilai sosialisasi Empat Pilar sangat penting diberikan kepada generasi muda, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Sebelumnya, ia juga telah melaksanakan kegiatan serupa di sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar dan Universitas Hasanuddin.
“Lebih bagus lagi sebenarnya kalau sosialisasi ini diberikan kepada siswa-siswa di sekolah. Saya sudah pernah masuk ke beberapa sekolah dan universitas. Kemarin di UIN sudah, di Unhas sudah, nanti mungkin ke UNM. Jadi semua lapisan masyarakat harus mendapatkan pemahaman ini,” katanya.
Perkuat Moral dan Cegah Disintegrasi Bangsa
Menurutnya, pemahaman mengenai Empat Pilar kebangsaan sangat penting dalam membangun moral dan karakter generasi muda.
Ia juga menilai bahwa pendidikan moral yang dahulu diajarkan melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kini tidak lagi dipelajari secara mendalam.
“Kalau dulu kita ada pelajaran PMP, sekarang sudah tidak ada lagi. Yang ada sekarang kewarganegaraan, tapi tidak mendalami falsafah Pancasila. Padahal yang ditekankan di situ adalah moral,” ujarnya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa sosialisasi Empat Pilar menjadi langkah penting untuk memperkuat pondasi kebangsaan sekaligus mencegah potensi disintegrasi bangsa.
“Kejadian yang kita alami hari ini banyak karena persoalan moral. Inilah pentingnya empat pilar ini, karena ini adalah pondasi agar kita tidak mengalami disintegrasi bangsa,” pungkasnya. (Ir)







