MADINAH — Sebanyak 41 jemaah haji khusus dari dua Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) konsorsium tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA), Madinah, Senin kemarin.
Pemerintah, melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, memastikan pengawasan ketat terhadap layanan yang diberikan PIHK, termasuk transportasi, akomodasi, dan layanan saat puncak haji di Armuzna.
“Layanan jemaah haji khusus disiapkan oleh PIHK, sementara kami memastikan semuanya sesuai kontrak dan hak jemaah terpenuhi,” ujar Abdul Basir, Kepala Daker Bandara.
Tahun ini, kuota haji khusus mencapai 17.680 orang, atau delapan persen dari total kuota haji nasional. Berbeda dengan haji reguler, haji khusus tidak mengikuti sistem gelombang dan memiliki jadwal keberangkatan fleksibel.
“Kami tetap mengawasi dari awal kedatangan hingga kepulangan,” tegas Basir.
Pemerintah berharap dengan pengawasan ini, jemaah haji khusus mendapatkan layanan yang sepadan dengan biaya yang telah dibayarkan.
Penulis: Zulkifli







