Lintaskabar.id, Makassar – Berbagai tawaran investasi asing mulai mengalir masuk ke Pemerintah Kota Makassar setelah Kota Daeng menjadi salah satu pusat perhatian dalam ajang South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2025.
Dari infrastruktur olahraga hingga energi hijau, forum tersebut membuka peluang kerja sama yang langsung disambut serius oleh Pemkot Makassar.
Kesempatan itu dimanfaatkan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir bersama jajarannya untuk memastikan Makassar tampil sebagai kota yang siap menerima investasi strategis.
Menurut Munafri, Makassar tidak hanya ingin menarik modal, tetapi juga memastikan investasi yang masuk mampu memberikan dampak luas dan berkelanjutan.
“Makassar harus tetap menjadi magnet investasi kawasan timur Indonesia. Semua peluang kerja sama akan diproses cepat, transparan, dan dalam suasana yang kondusif,” ujar Munafri, Kamis (13/11/2024).
Salah satu penawaran paling menonjol datang dari Asia Pacific Geraldton (Singapore) melalui perwakilannya, Feliks Gao. Investor tersebut menyampaikan ketertarikannya untuk menangani langsung pembangunan Stadion Untia dengan skema turn key project mulai dari tahap perencanaan hingga konstruksi selesai.
Mereka bahkan membuka peluang pengembangan kawasan sekitar stadion, termasuk hotel, pusat belanja, dan fasilitas serbaguna.
Andi Zulfitra Dianta, Kepala Bagian Kerja Sama Setda Makassar, mengungkapkan bahwa usulan ini telah dibahas bersama Wali Kota dan akan segera ditindaklanjuti.
Tim teknis diminta menyiapkan seluruh data studi dari Dinas PU sebagai bagian dari proses awal kerja sama.
Tak hanya dari Singapura, ketertarikan juga datang dari Australia. Melalui Asia Pacific Enterprise Development, Dr. Maxwell Briggs menawarkan kerja sama di bidang pengolahan air bersih dengan teknologi membran filter yang mampu menghasilkan air minum tanpa bahan kimia. PDAM Makassar akan mengkaji detail rencana tersebut.
Untuk sektor lingkungan, Danawira Asri yang mewakili Oracle Ventures International Limited turut mengajukan tawaran investasi melalui teknologi pyrolysis gasification to energy
Teknologi ini memungkinkan pengolahan sampah menjadi energi ramah lingkungan seperti gas, briket arang, hingga bahan untuk remediasi lahan.
“Konsep ini sejalan dengan kebijakan energi hijau dan pengelolaan sampah berkelanjutan yang sedang didorong Pemkot,” jelas Zulfitra.
Selain menilai setiap tawaran, Pemkot Makassar juga membahas sejumlah masukan teknis yang disampaikan oleh Wali Kota. Termasuk opsi mempercepat pembangunan Stadion Untia dengan penggunaan material lebih efisien, seperti rangka baja ringan yang telah diterapkan pada proyek serupa di Thailand.
Munafri juga menyampaikan pandangan awal mengenai desain dan kapasitas stadion yang diperkirakan mampu menampung 15.000–20.000 penonton. Untuk model pendanaan, Pemkot mempertimbangkan skema multiyears lewat APBD, sembari tetap membuka ruang bagi kemitraan dengan investor asing maupun nasional.
Dengan berbagai tawaran yang berdatangan, Makassar menegaskan kesiapannya untuk masuk ke fase baru pembangunan infrastruktur dan transformasi lingkungan, menjadikan forum SSIF 2025 sebagai pintu bagi percepatan investasi di masa mendatang. (Ar)







