MAKASSAR — Guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Makassar terus menjalin kolaborasi strategis lintas sektor, salah satunya dengan PT Pegadaian. Fokus kerja sama ini terletak pada penguatan pengelolaan bank sampah di berbagai wilayah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Inisiatif bersama ini tidak hanya bertujuan mengurangi timbunan sampah, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa sampah memiliki potensi ekonomi yang bisa dimanfaatkan.

“Melalui sinergi ini, kami optimis target Zero Waste 2029 dapat dicapai secara bertahap dan terukur,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, dalam kegiatan konsolidasi pengelolaan bank sampah yang digelar bersama PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Makassar, Minggu (13/7).

Acara yang berlangsung di Kantor Pegadaian Wilayah IV, Jalan Pelita Makassar, ini dihadiri oleh perwakilan bank sampah dari Makassar, Gowa, Pinrang, dan Bulukumba.

Helmy menyampaikan bahwa sinergi dengan Pegadaian merupakan langkah strategis dalam memperluas cakupan pengelolaan sampah yang efektif.

Ia menekankan bahwa tantangan pengelolaan sampah yang kian kompleks menuntut partisipasi aktif dari berbagai pihak.

Beberapa inovasi juga mulai diterapkan, seperti penggunaan enzim pengurai di Hotel Merkur serta program unggulan Pegadaian yang memungkinkan masyarakat menukarkan sampah menjadi tabungan emas.

“Contoh-contoh nyata ini menunjukkan bahwa sampah dapat diubah menjadi peluang ekonomi. Harapannya, kesadaran memilah sampah sejak dari rumah dapat terus tumbuh,” tambahnya.

Pemkot Makassar sendiri berkomitmen untuk memperluas edukasi dan memperkuat kolaborasi agar pengurangan sampah tidak sebatas slogan, melainkan menjadi kebiasaan kolektif masyarakat.

Melalui konsolidasi ini, langkah lanjutan juga disiapkan, seperti pelatihan, penguatan lembaga bank sampah, dan program insentif untuk mempercepat tercapainya target lingkungan bersih di Sulawesi Selatan.

Sementara itu, PT Pegadaian Wilayah IV Makassar menegaskan komitmennya dalam mendukung pengelolaan lingkungan melalui pembinaan terhadap jaringan bank sampah yang tersebar di sejumlah daerah.

Deputy Operasional Kantor Wilayah IV Pegadaian, Jainuddin, menyebutkan bahwa kegiatan konsolidasi ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi program pembinaan yang telah dijalankan sejak 2018.

“Kami aktif membina bank sampah sejak 2018. Konsolidasi ini memberikan ruang untuk mengidentifikasi tantangan, berbagi pengalaman, dan menyusun arahan tambahan,” jelas Jainuddin.

Selain edukasi, Pegadaian juga memberikan dukungan berupa fasilitas dan sarana prasarana untuk menunjang operasional bank sampah agar lebih optimal.

Dalam forum tersebut juga dibahas model pelayanan dua arah antara Pegadaian dan bank sampah, yang bertujuan menciptakan efektivitas program yang lebih besar.

Salah satu program andalan yang diperkenalkan adalah mekanisme konversi sampah menjadi saldo tabungan emas. Sampah yang memiliki nilai ekonomi akan dikonversi menjadi tabungan emas atas nama nasabah bank sampah.

“Program ini memungkinkan masyarakat menabung melalui sampah. Saat ini, Pegadaian membina 30 bank sampah di Makassar. Ini memberikan motivasi baru dalam pengelolaan sampah,” ujarnya.

Jainuddin berharap, sinergi antara Pegadaian dan jaringan bank sampah mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.

“Visi kita sederhana namun kuat: kelola sampah, tabung emas, dan wujudkan zero waste di Makassar,” tutupnya.

Penulis: Anugrah