SULSEL– Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel), Amson Padolo telah menginstruksikan kepada seluruh BPBD Kabupaten Kota untuk siap siaga menghadapi bencana hidrometeorologi.
Salah satu tindakan yang dilakukan dengan menyiapkan lokasi pengungsian dan memperkuat koordinasi dengan unsur pentahelix kebencanaan, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
“Wilayah ayah-wilayah yang rawan bencana telah dipetakan sebelumnya. Salah satu contohnya adalah Kota Makassar, di mana perahu karet dan peralatan evakuasi telah disiapkan di titik-titik rawan banjir. Selain itu, pemerintah daerah juga telah menyiapkan logistik untuk para pengungsi,” ucapnya di Gedung DPRD Sulsel, Rabu (11/12).
Ia mengaku berdasarkan penyampaian BMKG telah memetakan beberapa daerah yang masuk zona awas dengan curah hujan yang tinggi seperti kabupaten Maros, hingga Makassar sementara sebagian besar daerah lainnya berada pada status siaga.
“Langkah antisipasi berupa penyampaian informasi kepada warga di zona rawan untuk mempersiapkan diri, termasuk kemungkinan pengungsian, terus dilakukan,” jelasnya.
Saat ini ia mengaku belum ada laporan resmi terkait pengungsian besar-besaran di beberapa kabupaten, warga yang pengungsi lebih memilih keluarga dekatnya.
“Masyarakat tetap menunjukkan solidaritas dengan menampung anggota keluarga yang terdampak bencana.
Pemerintah mencatat adanya pengungsian terbatas, seperti di Kota Makassar, di mana beberapa warga mengungsi di masjid setempat.
“Pemerintah mengapresiasi inisiatif masyarakat yang saling membantu dan terus mengimbau agar warga di daerah rawan tetap waspada,” jelasnya.**







