JAKARTA—Prof. Fadjry Djufry, Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian, resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Selatan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, pada Selasa kemarin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelantikan berlangsung di Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, menggantikan Pj sebelumnya, Zudan Arif Fakrulloh.

Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya akselerasi program strategis nasional, seperti swasembada pangan, pengentasan stunting, dan hilirisasi industri.

Tito menyebutkan bahwa Sulawesi Selatan, sebagai salah satu lumbung pangan nasional, memiliki peran kunci dalam ketahanan pangan Indonesia.

“Dengan pengalaman Prof. Fadjry di bidang pertanian, kami yakin program swasembada pangan dapat dipercepat dan Sulawesi Selatan mampu menjadi teladan bagi provinsi lain,” ujar Mendagri.

Usai dilantik, Prof. Fadjry menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan swasembada pangan yang menjadi fokus perhatian Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

“Sulawesi Selatan diharapkan menjadi model nasional dalam penyediaan pangan. Kami akan mengoptimalkan potensi lahan, meningkatkan irigasi, dan memastikan produktivitas padi yang lebih tinggi,” jelas Fadjry.

Ia juga berjanji untuk menjalin komunikasi erat dengan seluruh pemangku kepentingan di Sulsel guna mendukung percepatan pembangunan selama masa transisi pemerintahan.

Plt. Sekjen Kementerian Pertanian, Ali Jamil, yang hadir pada acara tersebut, menyatakan kebanggaannya atas penunjukan Fadjry sebagai Pj Gubernur. Ia berharap Sulsel terus berkontribusi sebagai penghasil pangan utama di wilayah timur Indonesia.

“Kementerian Pertanian akan terus mendukung penguatan Sulsel sebagai sentra produksi beras nasional. Dengan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, kami optimis target ini tercapai,” ujar Ali.

Prof. Fadjry Djufry memulai karirnya sebagai peneliti pada 1994 dan menjadi Profesor Riset pada 2022.

Sebelum menjabat Kepala BSIP, ia memimpin Badan Litbang Pertanian dengan berbagai inovasi, termasuk pengembangan formula eucalyptus yang membantu meringankan gejala Covid-19.

Di tingkat internasional, Fadjry menjabat sebagai anggota The International Scientific Advisory Board for Strategy “MeaDRI,” sebuah dewan penasihat strategi sistem pangan berkelanjutan yang digagas Kementerian Pertanian Jepang.

Dengan pelantikan ini, diharapkan Sulawesi Selatan mampu memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional dan terus mendukung ketahanan pangan Indonesia.

Penulis:Anugrah