SULSEL—Komisi D DPRD Sulsel menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Pemprov Sulsel di Gedung DPRD Sulsel pada Senin (17/2).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rapat ini membahas kondisi ruas Jalan Provinsi sepanjang Jalan Poros Malino, Kecamatan Parangloe – Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, yang mengalami kerusakan akibat bencana alam.

Terdapat lima titik jalan bekas longsor yang memerlukan perbaikan segera. Salah satunya berada di Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, yang hingga kini masih tertutup material longsor sejak 2019.

Selain itu, di Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, jalan yang mengalami longsor hanya menyisakan satu jalur yang bisa dilewati kendaraan.

Ketua Komisi D DPRD Sulsel, Kadir Halid, mendesak Dinas BMBK untuk segera mengambil tindakan karena kondisi ini telah dibiarkan selama lima tahun.

“Kami meminta agar bekas timbunan longsor di ruas jalan tersebut segera disingkirkan. Apalagi Jalan Poros Malino merupakan jalur utama yang banyak dilalui kendaraan,” tegas Kadir.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Sulsel, Lukman B Kady (LBK), menegaskan pihaknya akan meninjau langsung lokasi ruas jalan yang terdampak untuk memastikan perbaikan menjadi prioritas.

“Kami akan turun langsung melihat kondisi jalan yang terdampak longsor. Ini akan menjadi perhatian utama kami agar segera mendapatkan solusi,” ungkapnya.

Lukman memahami bahwa selama lima tahun terakhir, perbaikan jalan ini tidak terealisasi karena anggaran yang sudah dialokasikan sebelumnya dialihkan ke kebutuhan lain.

“Oleh karena itu, saya akan mengawal ketat proses ini agar perbaikan bisa segera dilakukan sesuai anggaran yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Sebagai legislator dari Dapil Gowa-Takalar, Lukman juga mengingatkan Dinas BMBK Sulsel untuk tidak mengabaikan perbaikan Jalan Poros Sapaya-Malakaji yang kondisinya semakin memburuk.

“Saya tidak akan berhenti memperjuangkan perbaikan Jalan Poros Sapaya-Malakaji. Jalan ini merupakan jalur utama bagi masyarakat yang menggantungkan ekonominya pada hasil kebun,” tegasnya.

Penulis: Ardhi