MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Ketua TP PKK Kota Makassar, Meylinda Aksa, mengunjungi lokasi program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Integrated Terminal Makassar di Kecamatan Ujung Tanah pada Minggu (7/9).
Program CSR ini bertujuan mengembangkan urban farming serta pengelolaan sampah yang dilakukan oleh masyarakat di kompleks TNI Angkatan Laut, yang dikelola oleh kelompok Biourban.
Berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pemuda hingga wanita tani, diberdayakan melalui kegiatan produktif, seperti budidaya maggot untuk biokonversi sampah organik, pengelolaan bank sampah yang melibatkan ratusan rumah tangga, serta inovasi pengolahan sampah plastik dan popok sekali pakai menjadi paving block.
Selain itu, warga juga aktif dalam urban farming, menanam sayuran, membudidayakan lele, dan mempersiapkan kandang ayam sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan.
Dalam kunjungannya, Munafri dan Meylinda menyaksikan langsung proses budidaya maggot, urban farming, serta pembuatan paving block dari sampah plastik popok. Mereka juga berdiskusi langsung dengan warga yang terlibat dalam pengelolaan program ini.
Munafri menyampaikan bahwa kompleks ini telah menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pengelolaan lingkungan dan kesejahteraan warga.
“Ini adalah kolaborasi yang kami harapkan. Bagaimana masyarakat dan perusahaan di sekitar sini dapat memberdayakan warga, dan pada akhirnya bermanfaat untuk mereka,” ujar Munafri.
Menurutnya, dukungan perusahaan seperti Pertamina merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial yang langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar. Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan sampah.
Program ini membuktikan bahwa sampah, jika dikelola dengan baik, bisa menjadi sumber ekonomi baru. Melalui bank sampah, budidaya maggot, urban farming, serta budidaya ikan dan ayam, kawasan ini telah menciptakan siklus ekonomi yang dapat meningkatkan daya beli masyarakat.
“Kesadaran masyarakat harus terus ditumbuhkan, bahwa sampah bukan hanya masalah, tetapi juga peluang. Dari sampah, kita bisa menghasilkan produk, pangan, bahkan meningkatkan pendapatan rumah tangga,” jelasnya.
Munafri berharap konsep pengelolaan sampah mandiri dan urban farming ini bisa diterapkan di wilayah lain, sehingga setiap rumah tangga di Makassar mampu mengelola lingkungan dan memperkuat ketahanan pangan mereka.
“Jika di sini berjalan dengan baik, saya yakin ini bisa direplikasi di tempat lain. Kami ingin agar setiap rumah tangga di Makassar dapat mandiri dalam mengelola sampah dan memperkuat ketahanan pangan,” tambahnya.
Ia juga berharap kawasan Ujung Tanah dapat menjadi identitas baru bagi Makassar sebagai lokasi percontohan pengelolaan lingkungan dan pengembangan perumahan mandiri yang menarik perhatian banyak pihak.
Penulis: Ardhi







