MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin melakukan pertemuan dengan pengelola PT Margamas Indah Development, yang mengelola Mall Panakkukang dan Myko Hotel, di Balaikota Makassar, pada Selasa (26/8).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pertemuan tersebut difokuskan pada rencana pengembangan kawasan Mall Panakkukang yang membutuhkan dukungan langsung dari Pemerintah Kota Makassar untuk memastikan pembangunan kota yang teratur.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota Munafri menggarisbawahi empat poin penting yang harus diperhatikan oleh pengelola mall dalam pelaksanaan pengembangan.

Pertama, Munafri menekankan pentingnya transparansi dalam proses perizinan yang harus dilakukan melalui sistem satu pintu di Pemkot Makassar.

Dengan cara ini, semua izin bisa dipastikan berjalan dengan akuntabilitas tinggi dan bebas dari potensi penyalahgunaan kewenangan.

“Semua perizinan harus jelas dan masuk di satu pintu agar transparan. Kami ingin memastikan tidak ada yang bertemu pihak yang salah, sehingga jalannya pembangunan lebih tertib,” katanya.

Selanjutnya, Wali Kota berharap seluruh langkah pembangunan dilaporkan secara terbuka kepada Pemkot. Munafri menyatakan bahwa pemerintah kota perlu mengetahui detail rencana pengembangan agar tidak terjadi pembangunan yang tidak terkoordinasi.

Poin ketiga, ia mengingatkan pengelola mall untuk mendukung program pemerintah kota, seperti pengelolaan sampah, pemberdayaan masyarakat, dan penyediaan ruang untuk UMKM di mall.

Sebagai contoh, Pemkot akan merancang skema pengelolaan sampah organik, yang melibatkan pengumpulan sampah dari hotel dan mall untuk diproses menggunakan Maggot.

Munafri juga menyarankan pengelola mall untuk menyediakan ruang khusus UMKM, sehingga dapat menciptakan kolaborasi yang saling menguntungkan.

“Kami ingin pusat perbelanjaan bukan hanya ruang komersial, tetapi juga ikut mendukung pengelolaan sampah, memberi ruang UMKM, dan program sosial lain agar bisa tumbuh bersama,” tambahnya.

Poin terakhir, Munafri menekankan pentingnya penataan tata ruang untuk menciptakan persaingan usaha yang sehat. Salah satu solusinya adalah dengan menyediakan gedung parkir di kawasan padat aktivitas, guna mengurangi kemacetan yang disebabkan oleh parkir liar di tepi jalan.

“Saya punya cita-cita agar setiap kawasan ramai aktivitas punya building parkir. Dengan fasilitas ini, kita bisa larang parkir di pinggir jalan. Dengan begitu, arus lalu lintas bisa lebih lancar dan pengunjung lebih nyaman,” ungkapnya.

Wali Kota juga menggarisbawahi bahwa banyak kemacetan di Makassar disebabkan oleh kendaraan yang diparkir sembarangan dan pengemudi ojek online yang menunggu di pinggir jalan. Untuk itu, gedung parkir menjadi solusi yang dapat membantu mengatasi masalah tersebut.

“Mereka bisa menunggu di dalam gedung parkir, bukan di jalanan,” tegas Munafri.

Konsep ini, menurut Munafri, akan diperluas ke kawasan strategis lain di Makassar, termasuk Pantai Losari, untuk menciptakan kota yang lebih tertata dan ramah pengunjung.

Penulis: Ardhi