SULSEL—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem masih akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia hingga 11 Maret 2025, Jumat (7/3).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

PT PLN (Persero) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir dan dampak cuaca ekstrem lainnya yang dapat mengganggu sistem kelistrikan.

Pelaksana Harian (PLH) General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar), Edyansyah, menyatakan bahwa PLN telah menyiapkan 71 posko siaga kelistrikan serta menurunkan 2.278 personel guna memastikan pasokan listrik tetap andal selama periode Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah.

“PLN telah menginstruksikan seluruh unit untuk siaga penuh dalam menjaga keandalan listrik dan melakukan pemulihan cepat jika terjadi gangguan. Dengan prediksi cuaca ekstrem ini, kami terus memantau kondisi kelistrikan di setiap wilayah untuk memastikan keselamatan masyarakat,” ujar Edyansyah.

Edyansyah juga membagikan beberapa langkah pencegahan agar masyarakat tetap aman dalam menggunakan listrik selama cuaca ekstrem:

  1. Jika terjadi banjir dan air mulai memasuki rumah, segera matikan Miniature Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter.
  2. Cabut peralatan elektronik dari stop kontak untuk menghindari korsleting.
  3. Pindahkan perangkat elektronik ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari genangan air.

Selain itu, jika masyarakat menemukan potensi bahaya atau gangguan listrik akibat cuaca ekstrem, PLN mengimbau agar segera melaporkan melalui aplikasi PLN Mobile, menghubungi Contact Center PLN 123, atau mendatangi kantor unit PLN terdekat untuk penghentian sementara pasokan listrik jika diperlukan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir. Air merupakan penghantar listrik yang kuat, sehingga tindakan pencegahan sangat penting untuk keselamatan bersama,” tutup Edyansyah.

Penulis: Zulkifli