Lintaskabar.id, Makassar – Universitas Bosowa (Unibos) mengawali tahun 2026 dengan mencatat capaian akademik membanggakan melalui pengukuhan tiga guru besar baru.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penambahan tersebut meningkatkan jumlah guru besar di lingkungan Unibos menjadi 39 orang serta memperkuat kontribusi universitas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di Kawasan Timur Indonesia.

Unibos menyelenggarakan pengukuhan itu dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Bosowa yang berlangsung di Balai Sidang 45 Unibos Makassar, Rabu (7/1).

Tiga akademisi yang resmi menyandang gelar guru besar yakni Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Cahyono, S.E., M.Si., serta Prof. Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D.

Rektor Dorong Penguatan Budaya Riset

Rektor Unibos Makassar, Prof. Batara Surya, menegaskan bahwa pengukuhan guru besar tidak hanya menunjukkan capaian individu, tetapi juga menjadi langkah strategis universitas dalam memperkuat budaya riset dan pengembangan keilmuan di lingkungan kampus.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa Unibos masih berpeluang menambah dua guru besar dalam waktu dekat.
“Dengan demikian, jumlah profesor di Unibos berpotensi mencapai 40 orang pada tahun ini,” ungkapnya.

Guru Besar Soroti Ketahanan Pangan

Dalam rangkaian sidang terbuka, para guru besar menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang keahlian masing-masing. Dekan Fakultas Pertanian Unibos, Prof. Ir. Andi Tenri Fitriyah, M.Si., Ph.D., mengangkat tema Tantangan dan Peluang Ketahanan Pangan Melalui Inovasi Pangan Alternatif.

Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan harus dibangun melalui ketersediaan, akses, pemanfaatan, serta stabilitas pangan yang berkelanjutan. Ia juga menyoroti tantangan ketahanan pangan yang dipicu oleh perubahan iklim, alih fungsi lahan, dan ketergantungan terhadap impor.

“Mendorong penguatan pertanian lokal, diversifikasi pangan, urban farming, pembangunan infrastruktur pertanian, edukasi gizi, serta modernisasi pertanian berbasis teknologi,” katanya.

UMKM Harus Adaptif dan Inovatif

Sementara itu, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unibos, Prof. Dr. Cahyono, S.E., M.Si., menyampaikan orasi berjudul Model Manajemen Produksi, Inovasi, dan Kreativitas Layanan UMKM. Ia menegaskan bahwa kreativitas, inovasi, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan pasar menjadi kunci daya saing UMKM.

Menurutnya, penguatan UMKM perlu dilakukan melalui digitalisasi pemasaran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, efisiensi manajemen operasional, serta kolaborasi lintas sektor.
“Selain itu, dukungan pemerintah dan pemanfaatan ekosistem digital menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan UMKM di Kota Makassar,” jelasnya.

Dorong Pertanian Berkelanjutan Berbasis Teknologi

Selanjutnya, dosen Fakultas Pertanian Unibos, Prof. Ir. Baharuddin, M.Si., Ph.D., memaparkan orasi ilmiah bertajuk Revitalisasi Usaha Tani Berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pertanian harus menyeimbangkan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial. Ia juga menjelaskan bahwa keberlanjutan usaha tani bergantung pada efisiensi pemanfaatan sumber daya, pelestarian lingkungan, peningkatan kesejahteraan petani, serta penerapan teknologi pertanian modern.

“Dengan pendekatan tersebut, sistem pertanian dapat tetap produktif sekaligus ramah lingkungan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Perkuat Komitmen Akademik dan Pengabdian

Menutup rangkaian kegiatan, Prof. Batara Surya menegaskan bahwa pengukuhan tiga guru besar ini semakin memperkuat komitmen Universitas Bosowa dalam menjalankan peran akademik, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kontribusi keilmuan para profesor, Unibos terus melahirkan gagasan strategis yang relevan bagi pembangunan daerah maupun nasional,” tutupnya.