MAKASSAR – Menghadapi masa transisi cuaca yang membawa potensi perubahan iklim mendadak, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar terus meningkatkan kewaspadaan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Langkah ini termasuk pemantauan intensif dan kesiapan sumber daya untuk menghadapi ancaman seperti banjir, angin kencang, dan potensi bencana lainnya.

Kepala BPBD Makassar, Hendra Hakamuddin, menyebut bahwa intensitas hujan saat ini masih tergolong rendah hingga sedang, tetapi angin kencang menjadi ancaman utama di masa transisi.

“Kami telah memberlakukan peringatan dini selama tujuh hari terakhir dan terus meningkatkan intensitas pemantauan sejak tiga hari terakhir,” ujar Hendra, baru-baru ini.

Empat kecamatan, yakni Manggala, Panakkukang, Tamalanrea, dan Biringkanaya, diidentifikasi sebagai titik rawan banjir.

Meski curah hujan belum memicu banjir besar, BPBD mengimbau masyarakat di wilayah ini untuk bersiap menghadapi kemungkinan evakuasi dan memastikan jalur aman.

“Kami meminta masyarakat di titik rawan untuk memperhatikan instalasi listrik dan struktur bangunan, terutama atap yang rentan diterpa angin kencang,” kata Hendra.

Warga yang beraktivitas di luar rumah diminta berhati-hati terhadap potensi pohon tumbang dan papan reklame yang rawan roboh.

Jika menemukan ancaman, warga dapat melaporkannya ke layanan 112 untuk tindakan pemangkasan.

“Utamakan keselamatan. Hindari aktivitas di bawah pohon tua atau bangunan yang tidak kokoh, terutama saat angin kencang,” tambahnya.

BPBD telah menyiagakan 10 unit perahu karet untuk mendukung evakuasi jika diperlukan. Tim tanggap darurat juga disiapkan untuk merespons situasi bencana.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap berada di rumah jika cuaca buruk, kecuali ada keperluan mendesak.

“Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan warga agar masa transisi ini bisa dilewati dengan aman dan minim risiko,” tutup Hendra.**