Lintaskabar.id, Gowa – Kapolres Gowa, AKBP Muhammad Aldy Sulaiman, memberikan tanggapan terkait video viral yang menunjukkan seorang pria diduga pelaku rudapaksa (pemerkosaan) dianiaya oleh warga dan diseret menggunakan motor di jalan aspal hingga tewas. Kejadian ini berlangsung di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Kapolres, video tersebut memang beredar luas terkait peristiwa penganiayaan, dan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Polsek Tompobulu untuk memastikan situasi di lapangan tetap kondusif.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polsek Tompobulu, dan alhamdulillah situasi sudah kondusif,” ujarnya pada awak media di Polres Gowa, Rabu malam.

Untuk memverifikasi kebenaran insiden tersebut, tim gabungan telah dikerahkan ke lokasi kejadian.

“Tim gabungan yang kami kirim cukup besar, agar bisa menciptakan kondisi yang aman di lokasi,” tambahnya.

Mengenai kondisi korban yang diarak oleh warga, Kapolres mengatakan bahwa saat ini korban masih dalam pemeriksaan, meskipun informasi sementara menyebutkan korban meninggal dunia.

Ia juga menjelaskan bahwa informasi awal menyebutkan korban dianiaya karena diduga melakukan tindak pidana pemerkosaan, namun pihaknya akan memastikan kejadian tersebut untuk menghindari penyebaran berita hoaks.

Tim gabungan yang dikerahkan termasuk dari Dokkes Polres Gowa untuk melakukan visum luar korban, serta anggota dari Satuan Samapta, Satuan Reskrim, Satuan Intel, dan Satuan Binmas.

“Saya juga didampingi oleh Kabag Ops Polres Gowa. Kami bertujuan untuk memastikan situasi di Tompobulu tetap kondusif,” lanjutnya.

Sebelumnya, beredar video seorang pria yang terlihat diikat oleh warga, kemudian diseret menggunakan motor dengan kondisi tengkurap di jalanan.

Pria tersebut diduga telah menjadi sasaran amuk massa setelah diduga terlibat dalam tindak pemerkosaan. (Zi)