Lintaskabar.id, Makassar – Pemilihan bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 di Unhas Hotel & Convention, Kampus Tamalanrea, Senin (3/11/2025), menjadi panggung bagi gagasan segar tentang masa depan kampus merah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Salah satu kandidat kuat, Prof. dr. Budu, Ph.D., Sp.M(K)., M.Med.Ed., tampil menonjol dengan konsep “Socio­preneurship University” sebuah gagasan yang menggabungkan nilai sosial, inovasi akademik, dan kewirausahaan berbasis pengetahuan untuk kesejahteraan masyarakat.

Dalam forum penyampaian visi-misi, Prof Budu menekankan pentingnya peran Unhas sebagai pusat perubahan sosial.

“Unhas harus hadir sebagai solusi bagi bangsa. Bukan hanya melahirkan sarjana pencari kerja, tapi generasi pencipta kerja dan pembawa perubahan sosial,” ujarnya tegas.

Gagasannya tersebut dirumuskan dalam visi “Berkarakter, Berdampak, dan Bereputasi Internasional (Terdepan & Terasa)”, yang berpijak pada berbagai acuan strategis nasional mulai dari RPJM Nasional 2025–2029, Renstra Diktisaintek, hingga Rencana Pembangunan Unhas 2030.

Melalui kerangka itu, Prof Budu merancang lima program utama: globalisasi kampus, peningkatan kualitas SDM, riset inovatif, digitalisasi akademik, dan penguatan kemitraan industri-sosial.

Menurutnya, globalisasi tak sekadar internasionalisasi program studi, melainkan keterlibatan aktif Unhas dalam jejaring riset dan pengetahuan dunia.

Sebagai Guru Besar Fakultas Kedokteran, Prof Budu dikenal berpengalaman luas dalam kerja sama akademik internasional di Asia dan Eropa. Rekam jejak tersebut menjadi modal penting untuk membangun Unhas berkarakter global tanpa meninggalkan akar lokal.

Ia juga menekankan urgensi transformasi digital kampus, bukan hanya pada sistem administrasi, tetapi juga pembelajaran dan penelitian kolaboratif lintas disiplin.

“Kampus masa depan adalah yang mampu beradaptasi cepat dengan perubahan digital dan menjadikannya alat pemberdayaan,” jelasnya.

Melalui pendekatan Socio­preneurship University, ia ingin mengintegrasikan mahasiswa dan dosen dalam aktivitas sosial-produktif mulai dari inkubasi wirausaha berbasis masyarakat hingga riset aplikatif yang menjawab persoalan sosial secara nyata.

Visi tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan senat. Dari 93 suara sah, Prof Budu meraih 18 suara, menempati posisi kedua di bawah petahana Prof. Jamaluddin Jompa dengan 74 suara, sementara Dr. Sukardi Weda memperoleh satu suara.

Meskipun belum unggul secara angka, capaian itu dinilai mencerminkan dukungan kuat terhadap arah pembaruan yang ditawarkan. Banyak pihak menilai gagasan “Terdepan dan Terasa” yang dibawa Prof Budu akan tetap menjadi inspirasi dalam arah kebijakan akademik Unhas ke depan. (Ag)