MAKASSAR — Dua sosok penting di tubuh Partai Golkar Sulawesi Selatan menunjukkan kekompakan yang mencolok menjelang agenda politik penting partai.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bendahara DPD I Partai Golkar Sulsel, Andi Ina Kartika Sari menegaskan bahwa dirinya tidak akan pernah maju sebagai pesaing politik bagi Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD II Golkar Makassar, Munafri Arifuddin.

Menurut Andi Ina, selama Munafri atau yang akrab disapa Appi masih aktif dan terlibat dalam kontestasi politik, ia tak akan berada di posisi yang berlawanan. Pernyataan ini dianggap sebagai penegasan loyalitas sekaligus menepis spekulasi soal potensi persaingan antara keduanya di internal partai.

“Pak Appi bukan hanya pemimpin, beliau adalah saudara. Saya tidak akan berdiri di sisi berlawanan. Bila beliau maju, saya memilih untuk tidak maju,” ungkapnya tegas, Minggu (3/8), dengan nada penuh penghargaan dan loyalitas.

Dukungan yang diberikan Andi Ina kepada Munafri dinilai bukan sekadar pernyataan formal, tetapi mencerminkan hubungan personal dan politik yang erat. Ia mengenang dukungan moril yang pernah diberikan Munafri saat Pilkada 2024, yang disebutnya sangat menentukan dalam perjalanan kariernya.

“Saya tidak bisa melupakan peran Pak Appi dalam perjalanan politik saya. Dukungan beliau sangat berarti, dan saya berkomitmen untuk selalu mendukung beliau dalam bentuk apa pun, baik di organisasi maupun politik,” ujar Bupati Barru itu dengan haru.

Pernyataan Andi Ina muncul menjelang Musda DPD I Golkar Sulsel yang dijadwalkan berlangsung Agustus ini. Salah satu agenda penting dalam Musda tersebut adalah pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel, di mana nama Munafri disebut-sebut sebagai kandidat terkuat dan sudah mendapatkan dukungan dari mayoritas DPD II se-Sulsel.

Sinyal kuat dari Andi Ina semakin memperkuat soliditas internal partai, yang akan menjadi modal penting dalam menjaga konsistensi dan kekuatan Golkar di Makassar maupun wilayah Sulsel secara umum.

Keharmonisan antara dua tokoh sentral ini diharapkan mampu memperkuat barisan kader dan memastikan kesuksesan agenda-agenda politik Partai Golkar ke depan.

Penulis: Ardhi