SULSEL—Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Yasir Machmud turut hadir dalam rapat koordinasi terkait penanganan bencana hidrometeorologi yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara ini juga dihadiri oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Sekretaris Provinsi, Kepala BNPB, Kepala BMKG, Kapolda, Forkopimda, serta para Walikota dan Bupati se-Sulawesi Selatan.

Dalam rapat tersebut, BMKG Sulawesi Selatan melaporkan bahwa 16 wilayah di provinsi ini telah mengalami banjir.

Pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana yang lebih besar, terutama di awal tahun 2025.

Menko PMK, Pratikno menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui BNPB telah mengalokasikan bantuan senilai Rp 14 miliar untuk penanganan bencana di Sulawesi Selatan.

Selain itu, rencana rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana juga dibahas, mencakup kerusakan dari kategori ringan hingga berat.

Kepala BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap ancaman hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan gelombang tinggi.

Puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Januari hingga Februari 2025, dengan wilayah rawan bencana meliputi Takalar, Gowa, Makassar, Maros, Pangkep, Barru, serta sebagian kecil Luwu Utara dan Luwu Timur.

Di Kabupaten Bone, curah hujan ekstrem diperkirakan akan melanda wilayah Bontocani dan Tellulimpoe pada 1-10 Januari 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Yasir Machmud mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.

“Bencana banjir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dan akses jalan di beberapa wilayah. Kami berkomitmen untuk terus memantau situasi dan memastikan proses evakuasi masyarakat berjalan aman dan lancar,” ujar Yasir.

Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Zudan, menegaskan kesiapan pemerintah provinsi untuk bertindak cepat.

“Kami akan bergerak bersama OPD terkait untuk memastikan penanganan bencana dilakukan secara maksimal dan dampaknya terhadap masyarakat dapat diminimalkan,”ungkapnya.

Penulis: Ardhi