MAKASSAR — Seratus hari kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham, telah dilalui dengan fokus pada penataan kebijakan dan pembangunan fondasi program strategis.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pemerintahan pasangan yang dikenal dengan akronim MULIA (Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan) mulai menunjukkan arah kerja yang terukur.

Sejumlah program unggulan kini telah memasuki tahap pelaksanaan, sementara sisanya sedang dalam proses penyusunan regulasi, penyesuaian anggaran, dan persiapan infrastruktur.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyebut periode 100 hari ini bukan untuk menyelesaikan seluruh program, tapi memastikan setiap langkah berjalan pada jalur yang tepat.

“Ini bukan soal cepat, tapi tepat. Fondasi harus kuat agar program berjalan berkelanjutan,” ujar Sekretaris Daerah Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, Minggu (1/6).

Salah satu fokus utama saat ini adalah finalisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dokumen ini menjadi arah pembangunan lima tahun mendatang, mengintegrasikan visi-misi kepala daerah, program prioritas nasional, dan RPJMD Provinsi Sulsel.

Salah satu program besar yang tercantum dalam RPJMD adalah pembangunan stadion sepak bola baru di Untia, yang akan dilaksanakan secara bertahap melalui skema multiyears.

Program Prioritas MULIA Mulai Terealisasi

Beberapa program unggulan mulai terlihat geliatnya:

1. Seragam Sekolah Gratis

Bantuan seragam untuk siswa SD dan SMP Negeri telah disiapkan dengan anggaran Rp11,49 miliar. UMKM penjahit lokal diberdayakan dalam pengadaannya.

2. Bebas Iuran Sampah

Untuk rumah tangga miskin ekstrem, Perwali terkait pembebasan retribusi sampah sedang difinalisasi.

3. Air Bersih Gratis

Sebanyak 2.000 rumah tangga berpenghasilan rendah akan mendapatkan sambungan PDAM secara gratis tahun ini.

4. Makassar Creative Hub

Proyek fisik di Pantai Losari sedang berlangsung. Fasilitas coworking space juga akan hadir di setiap kecamatan.

5. Makassar Super Apps

Aplikasi ini akan mengintegrasikan lebih dari 140 layanan publik. Nama dan fitur aplikasinya akan diumumkan langsung oleh Wali Kota dalam waktu dekat.

6. MULIA Berjasa (Jaminan Sosial Terpadu)

Pemkot menyiapkan tambahan anggaran BPJS bagi warga kategori PBI, serta memperkuat layanan Posyandu dan infrastruktur Puskesmas.

7. Pembangunan Stadion Baru

Fokus tahun ini adalah penyusunan studi kelayakan, AMDAL, dan analisis lalu lintas, dengan anggaran awal Rp2,3 miliar.

Zulkifly menyebut, tantangan utama program-program ini ada pada penyusunan regulasi dan efisiensi anggaran.

“Kami harus memastikan semua dokumen legal seperti Perwali dan Perda selaras dengan provinsi dan kementerian terkait. Selain itu, APBD harus dikelola seefisien mungkin,” ujarnya.

Pemkot juga akan menyesuaikan SK Program Strategis Wali Kota pada Juni 2025, sebagai bagian dari penyesuaian strategi dan realita di lapangan.

Komitmen Jangka Panjang

Langkah-langkah yang ditempuh saat ini dinilai sebagai pijakan penting untuk lima tahun ke depan. Pemkot menargetkan beberapa program seperti seragam sekolah dan iuran sampah gratis bisa dijalankan lebih cepat tanpa menunggu periode jabatan berakhir.

“Yang penting bukan sekadar cepat, tapi berkelanjutan dan terasa manfaatnya untuk masyarakat,” tutup Zulkifly.

Penulis: Ardhi