MAKASSAR—Dinamika internal Partai Golkar Sulawesi Selatan menjelang Musyawarah Daerah (Musda) kian memanas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sejumlah nama mulai bermunculan sebagai kandidat potensial Ketua DPD I Golkar Sulsel, termasuk Munafri Arifuddin, yang saat ini menjabat Ketua DPD II Golkar Makassar.

Munafri, yang juga Wali Kota Makassar, tengah menyusun langkah cermat untuk memastikan dukungan yang solid dari akar rumput partai.

Ia mengakui bahwa langkah politiknya akan diputuskan usai memperoleh restu dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) serta mayoritas suara dari DPD II kabupaten/kota se-Sulsel.

“Sebagai kader, saya siap jika diberi amanah. Tapi tentu harus sesuai dengan mekanisme partai dan restu dari DPP. Kita tunggu petunjuk pelaksanaan untuk melihat siapa yang memenuhi syarat,” ujarnya, baru-baru ini.

Bagi Munafri, dukungan di level daerah menjadi tolok ukur utama. Tanpa dukungan signifikan, ia menyebut tidak akan memaksakan diri untuk maju dalam bursa perebutan kursi Ketua DPD I.

“Kalau suara mayoritas ada, tentu kita jalankan. Tapi kalau tidak, kita tidak ingin memecah soliditas partai,” tambahnya.

Langkah Munafri yang terukur menjadi sinyal bahwa dirinya tidak mengandalkan ambisi pribadi, melainkan konsolidasi dan pertimbangan strategis.

Ia bahkan menyebut siap mundur apabila dukungan yang diterima tidak memadai dibanding kandidat lain.

“Kita harus realistis. Kalau dukungan hanya datang dari tiga daerah, sedangkan kandidat lain didukung 20 DPD II, maka lebih baik kita memberi jalan,” tegasnya.

Munafri juga menyoroti pentingnya menyelaraskan peran politik dengan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.

Menurutnya, posisi Ketua DPD I harus mampu mendukung kerja-kerja pemerintahan, bukan menjadi beban tambahan.

“Semuanya harus sejalan. Tidak boleh ada benturan antara amanah partai dan tanggung jawab kepada masyarakat,” katanya.

Hingga saat ini, Munafri masih membangun komunikasi intensif dengan berbagai tokoh dan pengurus DPD II, termasuk dengan sesama kandidat seperti Ilham Arief Sirajuddin (IAS).

Keduanya bahkan disebut telah berdiskusi secara informal mengenai peluang masing-masing.

“Pak IAS menyampaikan niatnya, dan saya juga terbuka. Kita semua menunggu keputusan DPP,” ungkap Munafri.

Sejumlah tokoh yang juga disebut dalam bursa calon Ketua Golkar Sulsel antara lain Patahudding (Ketua Golkar Luwu), Adnan Purichta Ichsan (Bupati Gowa), serta Ilham Arief Sirajuddin.

Meski jadwal Musda belum diumumkan resmi, pelaksanaannya diperkirakan berlangsung pertengahan 2025.

Saat ini, kursi Ketua Golkar Sulsel masih dijabat oleh Taufan Pawe, anggota DPR RI dari Dapil Sulsel II. Menjelang Musda, konsolidasi dan komunikasi politik terus menguat di seluruh lini partai.

Dengan pendekatan yang berhati-hati namun progresif, Munafri Arifuddin menunjukkan dirinya sebagai figur yang tak hanya memahami dinamika internal partai, tetapi juga menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.

Penulis:Ardhi