JAKARTA — Kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan Tokopedia pada bulan Agustus ini sempat menjadi perbincangan hangat.
Menanggapi informasi tersebut, juru bicara TikTok memberikan klarifikasi melalui pernyataan resmi.
Menurut keterangan yang dikeluarkan, TikTok menyampaikan bahwa perusahaan secara teratur melakukan evaluasi terhadap kebutuhan bisnis dan melakukan penyesuaian untuk memastikan organisasi tetap kuat dan dapat memberikan layanan terbaik kepada pengguna.
Juru bicara TikTok juga menegaskan bahwa mereka terus berkomitmen untuk berinvestasi di Tokopedia, yang menjadi bagian dari strategi mereka untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi jangka panjang.
“Kami secara rutin mengevaluasi kebutuhan bisnis dan melakukan berbagai penyesuaian untuk memperkuat organisasi kami serta memberikan layanan yang lebih baik kepada para pengguna,” demikian kata Juru Bicara TikTok dalam keterangan yang dilansir Selasa (26/8).
Sebelumnya, pada Juni 2025, Tokopedia juga dilaporkan telah melakukan PHK terhadap sekitar 450 karyawan.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pengurangan karyawan tersebut setara dengan 9 persen dari total karyawan Tokopedia.
PHK yang terjadi ini terkait dengan kesepakatan antara TikTok dan Tokopedia untuk menggabungkan operasional kedua perusahaan.
Namun, ByteDance sebagai pemilik TikTok tidak mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terdampak.
Menurut Nuraini Razak, juru bicara ByteDance, perusahaan akan membuat penyesuaian yang diperlukan akibat penggabungan tersebut untuk memperkuat organisasi dan menyelaraskan tim dengan tujuan perusahaan.
Penulis: Zulkifli







