SULSEL—Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, akan melakukan realokasi anggaran sebesar Rp 1,5 triliun dalam APBD 2025 untuk memastikan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Kepala Bappelitbangda Sulsel, Setiawan Aswad, mengungkapkan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi anggaran.
“Gubernur sudah memberikan arahan, efisiensi dilakukan untuk memangkas anggaran yang tidak menyasar kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Selasa kemarin.
Andi Sudirman menilai ada sejumlah mata anggaran dalam APBD yang kurang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk merelokasi anggaran tersebut ke program yang lebih prioritas.
“Saya akan menarik Rp 1,5 triliun untuk realokasi ulang,” kata Andi Sudirman di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel.
Efisiensi Anggaran
Proses efisiensi dilakukan dengan meninjau pengeluaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Beberapa pos anggaran yang dianggap kurang efektif, seperti anggaran makan dan minum senilai Rp 87 miliar serta perjalanan dinas Rp 155 miliar, termasuk dalam daftar yang akan dikurangi.
“Anggaran yang tidak menyentuh masyarakat harus diefisiensi. Kami ingin memastikan program yang didanai benar-benar bermanfaat,” tambahnya.
Fokus pada Program Berdampak Langsung
Andi Sudirman menegaskan bahwa semua program kegiatan harus tertata di Bappelitbangda agar lebih terstruktur dan transparan.
Ia juga menegaskan bahwa tidak akan berkompromi terhadap program yang tidak sesuai kebijakan.
“Banyak program yang saya hentikan sebelumnya karena penganggarannya tidak tepat. Saya ingin memastikan pejabat memiliki kapasitas dan kapabilitas dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya.
Dengan realokasi ini, Andi Sudirman berharap anggaran daerah bisa digunakan lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan.
Penulis: Irwan







