MAKASSAR—Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) Sulawesi Selatan sukses menggelar Malam Ramah Tamah Wija To Luwu dalam rangka memperingati Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke-79 dan HUT KKLR ke-69.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Acara tersebut diselenggarakan pada Sabtu malam di Hotel Horison Ultima, Makassar, dengan dihadiri ratusan tokoh dan masyarakat diaspora Luwu Raya.

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Cenning Luwu YM Andi Sitti Huzaimah Mackulau Opu Daeng Ri Pajung, Maddika Ponrang Andi Saddawero Kira.

Pj Gubernur Sulsel yang diwakili Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sulsel, Ir. Uvan Nurwahidah, hingga para anggota DPRD Sulsel dari daerah pemilihan Luwu Raya.

Dalam pidatonya, Ketua KKLR Sulsel, Ir. Hasbi Syamsu Ali, menegaskan bahwa momen ini menjadi pengingat pentingnya semangat bersama dalam memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

“Pemekaran wilayah ini bukan sekadar administrasi, tetapi langkah strategis untuk mendorong kesejahteraan masyarakat Luwu Raya. Dengan dukungan penuh dari semua elemen, baik pemerintah, sektor swasta, maupun diaspora, kita bisa mewujudkan cita-cita ini,” kata Hasbi.

Hasbi juga mengajak masyarakat untuk terus mengenang sejarah perjuangan rakyat Luwu sebagai inspirasi dalam membangun masa depan.

“HPRL adalah simbol perjuangan Wija To Luwu yang harus kita jadikan semangat dalam memperjuangkan DOB Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya,” tambahnya.

Acara ini juga diwarnai antusiasme masyarakat diaspora yang datang dari berbagai wilayah Sulawesi Selatan.

Salah seorang peserta, Faisal, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memperkuat solidaritas Wija To Luwu.

“Kami bangga menjadi bagian dari perjuangan ini. Acara seperti ini menyatukan kami semua,” ujarnya.

Penulis:Natan