SULSEL—Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Fadjry Djufry, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Menteri Perdagangan, Budi Santoso, dalam meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Pa’baeng-baeng, Kota Makassar, Jumat pagi.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto.
Usai peninjauan, Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa harga sembilan bahan pokok di Makassar relatif lebih rendah dibandingkan dengan sejumlah provinsi lain di Indonesia, termasuk wilayah di Pulau Jawa.
“Saya bersama Menteri Perdagangan, Pak Gubernur, dan Pak Wali Kota sudah mengecek langsung. Ternyata harga di sini lebih rendah dibanding kota-kota lain, bahkan yang di Jawa,” ujar Zulkifli.
Harga Stabil di Makassar
Zulkifli Hasan mengapresiasi stabilitas harga beberapa kebutuhan pokok, termasuk ayam potong dan beras. Namun, ia mencatat adanya kenaikan harga cabai rawit yang masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Beberapa harga yang terpantau di Pasar Pa’baeng-baeng adalah:
Ayam potong: Rp35.000/kg
Telur: Rp28.000/kg
Beras: Stabil pada Rp11.500 – Rp12.500/kg
Cabai merah keriting: Rp35.000/kg (sesuai HET)
Cabai rawit: Rp50.000 – Rp60.000/kg
Bawang merah: Rp30.000/kg
Bawang putih: Rp38.000 – Rp40.000/kg
Namun, harga Minyakita di Makassar tercatat berada di atas HET, yaitu Rp17.000, sementara HET nasional adalah Rp15.000.
Tidak Ada Pajak pada Bahan Pokok
Selain itu, Zulkifli menegaskan bahwa secara keseluruhan, harga bahan pokok di Makassar tidak mengalami kenaikan signifikan, dan yang terpenting, tidak ada bahan pokok yang dikenakan pajak 12 persen.
“Secara umum harga masih wajar. Tidak ada kenaikan signifikan, dan yang paling penting, bahan pokok tidak dikenakan pajak,” pungkasnya.
Peninjauan ini diharapkan dapat membantu pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, terutama menjelang periode kenaikan permintaan.
Penulis:Natan







