Lintaskabar.id, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus membuka akses pendidikan bagi seluruh warga tanpa membedakan usia, latar belakang, maupun kondisi ekonomi. Upaya itu diwujudkan dengan menyerahkan 108 ijazah Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C kepada warga yang telah menyelesaikan pendidikan melalui jalur nonformal.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar, Achi Soleman, menyerahkan langsung ijazah tersebut di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Biringkanaya, Sabtu (11/7/2026).

“Pendidikan adalah hak semua warga negara, tanpa batasan usia maupun latar belakang,” kata Achi.

Ijazah Bisa Digunakan untuk Sekolah dan Bekerja

Achi menjelaskan, Paket A setara Sekolah Dasar (SD), Paket B setara Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA). Seluruh peserta yang lulus menerima ijazah resmi yang diakui negara sehingga bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan maupun melamar pekerjaan.

Dinas Pendidikan Kota Makassar menjalankan program ini melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). SKB dikelola pemerintah, sedangkan PKBM dikelola masyarakat sebagai mitra pemerintah dalam memperluas layanan pendidikan.

Melalui kedua lembaga tersebut, warga yang belum menyelesaikan pendidikan formal mendapat kesempatan kembali belajar. Program ini menyasar remaja putus sekolah, pekerja, hingga orang dewasa. Jadwal belajar yang fleksibel membuat peserta tetap bisa bekerja sambil mengikuti pembelajaran.

“Selain pembelajaran akademik, peserta juga dibekali berbagai keterampilan yang dapat menunjang kehidupan dan dunia kerja,” terang Achi.

Satgas Kebersihan Ikut Terima Ijazah

Sebanyak 108 warga menerima ijazah pada kegiatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai profesi, seperti Satgas Drainase Dinas PU, Satgas Kebersihan, tenaga cleaning service rumah sakit, dan masyarakat umum.

Achi mengaku bangga melihat semangat para peserta yang tetap belajar meski harus bekerja setiap hari.

“Tidak mudah bagi seseorang untuk belajar sambil tetap bekerja, tetapi mereka mampu membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mendapatkan pendidikan,” ungkapnya.

Ia mengatakan, 50 personel Satgas berhasil menyelesaikan Paket A atau setara SD. Menurutnya, kelulusan itu menjadi langkah awal untuk melanjutkan pendidikan ke Paket B.

“Antusiasme mereka sangat luar biasa. Setelah lulus Paket A, mereka akan melanjutkan pembelajaran ke Paket B. Kami ingin mereka terus melanjutkan hingga memperoleh ijazah yang lebih tinggi,” jelasnya.

Buka Peluang Hidup yang Lebih Baik

Achi menegaskan, Program Pendidikan Kesetaraan tidak hanya memberikan ijazah, tetapi juga membuka kesempatan masyarakat memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

“Bisa saja suatu saat mereka tidak lagi bekerja sebagai Satgas Peralihnasa, tetapi karena sudah memiliki ijazah, mereka memiliki peluang mencari pekerjaan yang lebih baik,” katanya.

Ia juga menyebut penyerahan ijazah ini sebagai bukti komitmen Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan dalam memperluas layanan pendidikan nonformal.

“Selamat kepada seluruh warga belajar yang telah dinyatakan lulus. Perjalanan baru untuk meraih masa depan yang lebih cerah resmi dimulai hari ini,” ucapnya.

“Jangan pernah lelah untuk belajar. Bagi masyarakat yang sempat putus sekolah, SKB dan PKBM siap menjadi jembatan untuk mewujudkan impian,” tambah dia.

Dukung Program Wali Kota Makassar

Program ini sejalan dengan kebijakan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin yang ingin memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga.

Pemerintah Kota Makassar juga membentuk Relawan Tim Aksi Pengembalian Anak Tidak Sekolah (ATS). Tim ini bertugas mendata, mendampingi, dan mengajak anak maupun warga yang putus sekolah agar kembali mendapatkan layanan pendidikan melalui jalur formal maupun nonformal.

“Melalui berbagai program tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap tidak ada lagi warga yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena faktor usia, pekerjaan, maupun kondisi ekonomi, sehingga kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar terus meningkat secara merata,” harapnya. (Ar)