Lintaskabar.id, Makassar — SMP Islam Athirah Makassar menjadikan Hari Raya Iduladha sebagai momentum pembelajaran karakter bagi siswa. Melalui penyembelihan lima ekor sapi kurban pada Sabtu (30/5/2026), sekolah mengajak peserta didik memahami nilai keikhlasan, kepedulian sosial, serta keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
Guru dan karyawan mengikuti langsung kegiatan yang bertepatan dengan 13 Zulhijah 1447 Hijriah tersebut. Sementara itu, siswa menyaksikan seluruh rangkaian acara secara daring melalui Zoom.
Siswa Pelajari Hikmah dan Proses Kurban
Kepala SMP Islam Athirah Makassar, Nilamartini, mengajak siswa mengikuti kegiatan dengan serius meski berada di rumah.
“Kegiatan kurban ini menjadi kesempatan belajar yang berharga. Selain memahami hikmah berkurban, siswa juga memperoleh penjelasan dari guru PAI dan IPA mengenai proses penyembelihan serta anatomi hewan kurban,” ujarnya.
Menurut Nilamartini, kurban mengajarkan rasa syukur, pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama sejak dini.
OSIS dan MPK Saksikan Langsung Penyembelihan
Sekolah juga mengundang sebagian pengurus OSIS dan MPK untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan hingga pengolahan daging kurban.
Salah seorang pengurus OSIS, Adli Kusuma, mengaku memperoleh pengalaman berharga dari kegiatan tersebut.
“Saya senang dapat melihat langsung seluruh prosesnya. Pengalaman ini membuat saya lebih memahami makna kurban dan proses penyembelihan hewan sesuai syariat,” katanya.
Sekolah Tekankan Ketakwaan dan Ketulusan
Ketua Panitia Kurban SMP Islam Athirah Makassar, Muh. Irsyad, menegaskan bahwa kurban menjadi sarana menanamkan nilai ketakwaan dan keikhlasan kepada seluruh warga sekolah.
“Yang terpenting dalam berkurban bukan besar kecilnya hewan yang disembelih, melainkan ketulusan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Nilai inilah yang ingin kami tanamkan kepada seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Daging Kurban Dibagikan kepada Penerima Manfaat
Panitia kemudian menyalurkan daging kurban kepada kaum dhuafa, anak yatim, rumah tahfiz, tenaga kebersihan, dan petugas keamanan sekolah.
Setelah itu, guru, karyawan, serta pengurus OSIS dan MPK mengakhiri kegiatan dengan makan bersama sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian yang terus dijaga di lingkungan SMP Islam Athirah Makassar. (**)







