Lintaskabar.id, Makassar – SMAS Islam Athirah Makassar menggelar penyembelihan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Sabtu (30/5/2026). Melalui kolaborasi siswa, guru, orang tua, purnabakti, dan alumni, sekolah menghimpun empat ekor sapi kurban untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi para siswa. Sekolah melibatkan peserta didik dalam berbagai tahapan kegiatan untuk menanamkan nilai empati, gotong royong, dan kepedulian sosial.
Libatkan Seluruh Keluarga Besar Athirah
Panitia kurban SMAS Islam Athirah Makassar mengajak seluruh elemen sekolah untuk berpartisipasi dalam program kurban bersama. Dukungan datang dari siswa, tenaga pendidik, orang tua, purnabakti, hingga para alumni.
Selain itu, para alumni turut memperkuat pelaksanaan kurban tahun ini. Salah satunya adalah Kapolda Sulawesi Tengah, Nasri Sulaeman, yang berkontribusi dalam program kurban bersama almamaternya.
Kurban Jadi Media Pembelajaran Karakter
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Keagamaan SMAS Islam Athirah Makassar, Yusran, menegaskan bahwa sekolah menjadikan kegiatan kurban sebagai bagian dari pendidikan karakter yang berkelanjutan.
Menurutnya, siswa perlu menyaksikan dan terlibat langsung dalam proses berbagi agar memahami makna kurban secara utuh.
“Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Dari kegiatan ini, siswa tidak hanya mempelajari nilai-nilai tersebut secara teori tetapi juga melihat dan terlibat langsung dalam proses berbagi kepada masyarakat. Kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa kebermanfaatan adalah bagian penting dari karakter seorang muslim,” ujarnya.
Yusran menjelaskan bahwa pengalaman langsung tersebut membantu siswa memahami pentingnya memberi manfaat kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Alumni Beri Teladan Kepedulian Sosial
Lebih lanjut, Yusran menilai keterlibatan alumni menjadi contoh nyata bagi para siswa. Menurutnya, para alumni menunjukkan bahwa hubungan dengan almamater tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan.
“Partisipasi alumni menjadi teladan yang baik bagi adik-adiknya di sekolah. Mereka menunjukkan bahwa ikatan dengan almamater tidak berhenti setelah lulus, tetapi dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, semangat berbagi yang terus terjaga lintas generasi menjadi kekuatan tersendiri bagi keluarga besar Athirah dalam menjalankan berbagai kegiatan sosial.
Salurkan Daging ke Panti Asuhan dan Warga Sekitar
Setelah menyembelih empat ekor sapi, panitia menghasilkan ratusan kilogram daging kurban. Panitia kemudian mengemas dan mendistribusikan daging tersebut kepada para penerima manfaat.
Panitia menyalurkan daging kurban ke tiga panti asuhan di Kota Makassar serta warga kurang mampu yang bermukim di sekitar lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, SMAS Islam Athirah Makassar memperkuat semangat berbagi sekaligus menanamkan nilai kepedulian sosial kepada generasi muda. (**)







