Lintaskabar.id, Makassar – Ketua BPD PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga mengapresiasi pelaksanaan Makassar Half Marathon (MHM) karena mampu menggerakkan sektor perhotelan, restoran, dan ekonomi masyarakat di Kota Makassar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurutnya, event nasional dan internasional yang digelar konsisten dapat meningkatkan hunian hotel, kunjungan restoran, serta aktivitas UMKM.

“Makassar Half Marathon yang menjadi agenda sport tourism tahunan sangat ditunggu industri perhotelan dan restoran di Sulawesi Selatan. Event ini terbukti meningkatkan okupansi hotel dan kunjungan kuliner,” ujar Anggiat, Minggu (10/5).

Ia mengatakan, hotel di kawasan pesisir dan pusat Kota Makassar mencatat okupansi tinggi selama MHM. Banyak peserta datang dari luar Makassar, luar Sulsel, hingga mancanegara.

“Hotel berbintang maupun non-bintang sama-sama merasakan dampak positif. Efek ekonominya dirasakan luas oleh pelaku pariwisata dan masyarakat,” katanya.

Peserta Lokal Pilih Menginap

Anggiat menilai tingginya antusiasme peserta ikut mendorong kebutuhan akomodasi. Sejumlah peserta asal Makassar juga memilih menginap di hotel dekat lokasi lomba.

“Karena race dimulai sejak subuh, banyak peserta memilih menginap di sekitar area start dan finish agar lebih nyaman,” jelasnya.

PHRI Sulsel optimistis MHM mampu meningkatkan okupansi hotel hingga 10–15 persen.

“Kami optimistis MHM memberi peningkatan occupancy hotel 10–15 persen. Ini sangat baik bagi industri perhotelan di Makassar,” tegasnya.

MHM Perkuat Promosi Kota Makassar

Selain menggerakkan ekonomi, MHM juga membantu promosi Kota Makassar. Sekitar 12 ribu peserta dinilai memberi efek promosi besar lewat media sosial.

“Hampir 12 ribu peserta akan membuat konten tentang Makassar. Ini ikut membangun citra positif Makassar di tingkat nasional dan internasional,” tutup Anggiat.

PHRI Sulsel berharap Makassar Half Marathon terus mendapat dukungan agar mampu mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan. (Ag)