Lintaskabar.id, Makassar – Makassar Half Marathon (MHM) 2026 kembali memperkuat perannya bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi Kota Makassar. Memasuki tahun kelima pelaksanaannya, event ini mendorong perputaran ekonomi besar dari ribuan peserta dan wisatawan.
Selain itu, penyelenggara memproyeksikan kehadiran hingga 20.000 orang, terdiri dari 12.000 pelari serta keluarga dan pendamping. Lebih dari 50 persen peserta datang dari luar kota, sehingga mereka meningkatkan kunjungan wisata dan aktivitas sektor jasa di Makassar.
Dengan demikian, peserta mengeluarkan biaya rata-rata Rp580.000 hingga Rp2.000.000 per hari selama tiga malam, sehingga perputaran ekonomi diperkirakan mencapai Rp35 miliar hingga Rp120 miliar.
“Keberadaan para pelari meningkatkan okupansi hotel, menggerakkan transportasi, dan menghidupkan UMKM kuliner. Ini membuktikan olahraga mampu menjadi motor pertumbuhan ekonomi kota,” ujar Syamsul Bahri, S.IP., M.Si, Kadispora Makassar. Sabtu (9/5).
Event Dorong Aktivitas Pariwisata dan UMKM
Selanjutnya, MHM menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, destinasi wisata, dan UMKM secara langsung. Lonjakan kunjungan selama event berlangsung mendorong peningkatan pendapatan pelaku usaha lokal.
Selain itu, penyelenggara membuka lapangan kerja harian bagi masyarakat, termasuk marshal, tenaga logistik, dan tim pendukung event.
Perkuat Branding Makassar di Level Internasional
Di sisi lain, MHM memperkuat posisi Makassar sebagai destinasi sport tourism di kawasan Timur Indonesia. Penyelenggara menarik peserta dari berbagai negara seperti Amerika, Afrika, Jerman, hingga Jepang, sehingga mereka memperluas eksposur internasional kota.
“MHM kami selenggarakan untuk memberikan dampak nyata bagi Makassar, baik dari sisi ekonomi maupun penguatan citra sebagai destinasi sport tourism profesional,” ujar Ki Harry Ramadhan, penyelenggara.
Event Sport Tourism dengan Dampak Ekonomi Strategis
Penyelenggara menempatkan MHM 2026 sebagai event strategis yang memberikan kontribusi ekonomi signifikan bagi Kota Makassar. Oleh karena itu, mereka terus memperkuat keberlanjutan event ini sebagai penggerak ekonomi berbasis pariwisata dan industri kreatif. (Ar)







