Lintaskabar.id, Makassar – Legislator DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) Yeni Rahman meninjau langsung pelaksanaan pengawasan APBD Tahun 2025 di SMA Negeri 14 Makassar.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kunjungan tersebut, ia menemukan sejumlah persoalan krusial yang dihadapi siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera.

Yeni Rahman Temukan Kendala Akses KIP

Yeni Rahman menuturkan bahwa keterbatasan kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) masih menjadi hambatan utama bagi siswa. Ia menilai KIP berperan penting dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi siswa kurang mampu.

“Dia pintar tapi tidak punya KIP, ini menjadi masalah. Kalau punya KIP, peluangnya sangat besar untuk kuliah gratis,” ujarnya, Senin (27/4).

Ia menambahkan, siswa yang tidak memiliki KIP cenderung kesulitan melanjutkan ke perguruan tinggi negeri meskipun memiliki prestasi akademik yang baik.

Siswa Hadapi Dilema Pilihan Jurusan

Selain itu, pihak sekolah menghadapi tantangan dalam membimbing siswa memilih jurusan kuliah. Banyak siswa menentukan pilihan hanya berdasarkan minat tanpa mempertimbangkan kemampuan akademik dan standar nilai.

“Banyak anak memilih jurusan karena suka, tapi tidak melihat kemampuannya. Ini yang membuat mereka gagal saat seleksi,” ungkapnya.

DPRD Dorong Perbaikan Fasilitas Secara Menyeluruh

Anggota DPRD Sulsel itu mengapresiasi pembangunan fasilitas sekolah seperti ruang kelas baru, perpustakaan, dan musala. Namun, ia menilai pemerintah belum melakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Kalau membangun jangan setengah-setengah. Harus dibenahi secara total supaya tidak ada lagi perbaikan berulang,” tegasnya.

Ia juga mengusulkan sistem daftar tunggu sekolah agar pembangunan dilakukan berdasarkan prioritas kebutuhan.

Guru Jadi Kunci Lahirnya Prestasi

Di sisi lain, Yeni Rahman memberikan apresiasi kepada para guru yang aktif membina siswa dari berbagai latar belakang sosial. Ia menilai para tenaga pendidik berhasil mendorong siswa untuk tetap berprestasi di tengah keterbatasan.

“Guru-guru di sini luar biasa. Mereka mampu membina anak-anak hingga bisa berprestasi meski dengan segala keterbatasan,” pungkasnya.