Lintaskabar.id, Makassar – Departemen Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin menggelar pengabdian masyarakat di Desa Palipi Soreang, Kabupaten Majene, Sabtu (25/4). Mereka mengangkat tema “Pemberdayaan Perempuan dan Nelayan: Aman di Laut, Cerdas Mengelola Ekosistem Pesisir” dengan melibatkan sekitar 20 dosen, staf, dan mahasiswa pascasarjana.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Akademisi Dorong Dampak Nyata

Dekan FIKP Unhas, Prof. Dr. Mahatma Lanuru, M.Sc, menegaskan akademisi harus mengimplementasikan ilmu melalui pengabdian. Ia juga menekankan pentingnya peran kampus dalam membantu masyarakat di tengah tantangan ekonomi.

“Intervensi dan sumbangsi langsung perguruan tinggi untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat saat ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Nelayan

Ketua Departemen Ilmu Kelautan Unhas, Prof. Dr. Rahmadi Tambaru, M.Si, menyebut tim hadir untuk berbagi, sekaligus menyerap pengalaman nelayan.

“Kami hadir disini tidak untuk menggurui atau menceramahi tetapi saling berbagi…,” katanya.

Ia juga mengapresiasi sambutan warga dan aparat desa.

Desa Dukung Kegiatan

Kepala Desa Palipi Soreang, Wardin Wahid, SH, mengapresiasi kegiatan ini dan mendorong warga memanfaatkan materi yang diberikan.

Tiga Program Utama

Tim menjalankan tiga program secara paralel: penyuluhan keselamatan nelayan dan ekosistem pesisir, pelatihan olahan hasil perikanan, serta pengolahan limbah organik menjadi kompos. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias karena penyampaian materi santai.

Mayoritas Warga Nelayan

Desa Palipi Soreang memiliki luas 4,12 km² dengan 623 KK. Sebagian besar warganya bekerja sebagai nelayan pemancing di laut lepas. (Ag)