Lintaskabar.id, Bulukumba – Anggota Komisi II DPR RI, Taufan Pawe, meninjau langsung titik abrasi di Cappa Gusung, Kelurahan Sapolohe, Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Jumat (6/2/2026). Dalam kunjungan itu, Taufan menyerahkan bantuan penanganan abrasi sebagai respons cepat terhadap ancaman bencana pesisir yang semakin meluas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Tegaskan Kepedulian dan Komitmen Pengawalan Aspirasi

Taufan menegaskan kehadirannya sebagai bentuk kepedulian nyata kepada warga yang menghadapi ancaman kehilangan tempat tinggal.

”Saya hadir langsung di titik abrasi Cappa Gusung untuk memberikan bantuan. Saya sangat prihatin melihat kondisi saudara-saudara kita. Masalah ini akan terus berkelanjutan jika tidak segera mendapatkan perhatian serius,” ujar Taufan di lokasi bencana.

Taufan juga menyatakan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur pengaman pantai agar abrasi tidak meluas.

“Sebagai wakil rakyat, saya harus hadir memberikan solusi. Meski dalam skala kecil, saya berharap bantuan ini meringankan beban warga dan menjadi awal dari penanganan yang berkesinambungan,” tambahnya.

Didampingi Lurah dan Tokoh Masyarakat

Dalam kegiatan tersebut, Lurah Sapolohe Andi Iskandar Abdy mendampingi Taufan bersama tokoh masyarakat Bulukumba Hamza Pangki dan Arkam Buhari, serta sejumlah tokoh pemuda setempat.

Warga Apresiasi Kehadiran Legislator Pusat

Lurah Sapolohe, Andi Iskandar Abdy, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang Taufan berikan.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga atas bantuan pribadi Bapak Taufan Pawe. Kehadiran beliau memberikan semangat baru bagi masyarakat yang tengah menghadapi ancaman bencana,” ungkap Andi Iskandar.

Senada, Andi selaku perwakilan tokoh pemuda setempat menilai kehadiran Taufan sebagai wujud ketulusan.

“Kehadiran Bapak Taufan bukan sekadar bantuan materil, tetapi ia membawa hati untuk warga Sapolohe, khususnya di Cappa Gusung yang sangat terdampak,” tuturnya.

Abrasi Dipicu Cuaca Ekstrem, Puluhan Rumah Terdampak dan Terancam

Cuaca ekstrem memicu abrasi di wilayah ini sejak Kamis (30/1). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), abrasi mengikis pesisir Kelurahan Sapolohe dan berdampak langsung pada 16 unit rumah yang dihuni 16 Kepala Keluarga (KK). Selain itu, abrasi juga mengancam 64 rumah lainnya. (Ar)