Lintaskabar.id, Makassar – Kebakaran hebat yang terjadi di Gedung DPRD Kota Makassar pada Jumat (29/8) menimbulkan dampak besar terhadap aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik. Berdasarkan hasil kaji cepat yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, total kerugian sementara akibat peristiwa tersebut mencapai Rp253,4 miliar.
Laporan asesmen BPBD mencatat, sebanyak 67 unit kendaraan dinas dan pribadi mengalami kerusakan parah dengan estimasi kerugian sekitar Rp13,4 miliar, sementara 15 unit sepeda motor juga rusak berat dengan nilai kerugian mencapai Rp240 juta.
Kerusakan terbesar terjadi pada struktur utama gedung DPRD yang memiliki luas sekitar 1.600 meter persegi dan terdiri dari empat lantai. Sejumlah bagian bangunan, interior, serta peralatan kantor hangus terbakar. Akses ke beberapa ruangan hingga kini masih dibatasi karena risiko reruntuhan. Arsip dan dokumen penting belum dapat didata secara menyeluruh.
Menurut petugas asesmen BPBD, Yuli Rahmat, data tersebut bersifat sementara dan akan terus diperbarui setelah proses verifikasi lanjutan dilakukan bersama tim teknis dari Pemerintah Kota Makassar.
“Angka ini masih bersifat sementara. Nilai kerugian riil berpotensi lebih besar jika memperhitungkan pemulihan layanan pemerintahan, relokasi, dan kehilangan arsip,” jelasnya.
Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi DPRD Makassar dalam memastikan fungsi legislatif tetap berjalan. Koordinasi dengan Pemkot Makassar tengah dilakukan untuk menentukan langkah pemulihan, termasuk penataan ulang ruang kerja dan agenda kedewanan, agar pelayanan publik tidak terganggu.
Kebakaran tersebut menjadi pelajaran penting tentang perlunya peningkatan sistem keamanan gedung pemerintahan dan penanganan darurat yang lebih cepat di masa mendatang. (Ar)







