Lintaskabar.id, Makassar – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan dinilai perlu melakukan evaluasi besar-besaran setelah mengalami penurunan jumlah kursi pada Pemilu 2024.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ansari Mangkona, yang menilai hasil pemilu menjadi bahan penting untuk memperkuat strategi partai ke depan.

“Namanya juga politik, pasti ada evaluasi. Kita ingin tahu penyebab turunnya suara. Di bawah kepemimpinan Pak Andi Ridwan Wittiri, tentu sudah ada langkah dan formula untuk mengembalikan kekuatan PDIP Sulsel,” ujar Andi Ansari, baru-baru ini.

Pada Pemilu 2024, perolehan kursi PDIP Sulsel memang menurun cukup signifikan. Di DPRD Sulsel, jumlah kursi partai berlambang banteng bermoncong putih itu menyusut dari delapan menjadi enam kursi.

Sementara di DPR RI untuk Dapil Sulsel, PDIP hanya berhasil mempertahankan satu kursi, dari sebelumnya tiga.

Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah kabupaten/kota. Di Kabupaten Gowa, PDIP kini hanya memiliki satu kursi dari sebelumnya dua, sedangkan di Enrekang, partai ini bahkan kehilangan seluruh kursinya di parlemen daerah.

Menurut Andi Ansari, hasil tersebut menjadi pelajaran penting bagi seluruh struktur partai agar ke depan mampu memperkuat konsolidasi dan memperluas basis dukungan rakyat.

Terkait Konferensi Daerah (Konferda) PDIP Sulsel, Ansari menyebut seluruh calon ketua sudah menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di DPP PDIP Jakarta. Namun, jadwal resmi pelaksanaan masih menunggu keputusan dari DPP.

“Kami sudah mengusulkan agar konferda segera digelar. Tapi DPP masih padat agenda. Kita tunggu saja keputusan mereka. Yang jelas, PDIP Sulsel termasuk yang paling cepat mengajukan jadwal,” katanya.

Rencananya, Konferda dan Konfercab (Konferensi Cabang) akan dilaksanakan secara serentak di Makassar. Pergantian kepemimpinan DPD PDIP Sulsel diharapkan rampung sebelum akhir tahun 2025.

“Masa kepengurusan seharusnya sudah berakhir pada 2024, namun DPP memperpanjang hingga 2025 karena ada penyesuaian struktur di berbagai tingkatan,” jelasnya.

Diketahui, terdapat tujuh figur yang akan bersaing memperebutkan posisi Ketua PDIP Sulsel. Mereka semua telah mengikuti fit and proper test di Kantor DPP PDIP, Jakarta, pada Selasa (7/10/2025).

Dua di antaranya merupakan undangan khusus DPP, yaitu Wali Kota Makassar dua periode, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, dan Ketua DPC PDIP Luwu, Andi Admiral Kadddiraja.

Sementara lima kandidat lainnya berasal dari pengurus inti DPD PDIP Sulsel, yakni Ketua petahana Andi Ridwan Wittiri (ARW), Sekretaris Rudi Pieter Goni (RPG), Bendahara Alimuddin, Ketua Bappilu Risfayanti Muin, serta Wakil Ketua Andi Ansari Mangkona. (Ar)