JENEPONTO — DPRD Kabupaten Jeneponto tengah diterpa isu tak sedap. Salah satu unsur pimpinannya diduga terlibat hubungan gelap dengan anggota DPRD Takalar yang diketahui telah bersuami.
Dugaan perselingkuhan ini pertama kali diungkap oleh HRM, pria yang mengaku mantan suami dari SR, anggota DPRD Takalar tersebut.
HRM menegaskan bahwa hubungan antara mantan istrinya dan salah satu pimpinan DPRD Jeneponto bukan lagi sekadar dugaan.
“Iye betul, bukan lagi dugaan,” ungkap HRM kepada awak media, Rabu (22/10).
Menurut HRM, hubungan tersebut bermula tidak lama setelah SR dilantik sebagai anggota DPRD Takalar periode 2024–2029. Ia mengaku terkejut saat pulang dari Jakarta dan mendapati istrinya dalam kondisi hamil.
“Saya kan kerja di Jakarta, Saya pulang ke Takalar, melihat istri saya hamil saya kaget saya tanya siapa yang hamili, istri saya mengaku saya sudah nikah siri sama anggota dewan dari Jeneponto,” ungkapnya.
HRM menceritakan, sekitar enam bulan berada di perantauan, SR sempat menghubunginya dan mengaku perutnya membesar serta hendak menjalani operasi karena merasa sakit.
“Dia bilang, ‘Pulang dulu, saya mau operasi, perutku sakit’, begitu katanya,” tutur HRM menirukan ucapan SR.
Namun setelah diperiksa oleh seorang dukun desa, SR justru disebut bukan sakit, melainkan tengah mengandung.
“Sandro bilang ini bukan sembarang sakit, tapi hamil,” kata HRM.
HRM mengaku sempat bungkam karena terkejut. Dua bulan kemudian, SR melahirkan seorang bayi di rumah sakit. Setelah memastikan usia kandungan dari dokter, HRM semakin yakin bahwa bayi tersebut bukan anak kandungnya.
“Dokter bilang sudah sembilan bulan lebih usia kehamilannya, padahal saya baru dua bulan lebih di rumah. Waktu itu saya langsung curiga,” jelas HRM.
Ketika dimintai penjelasan, SR akhirnya mengaku telah menikah siri dengan MB, anggota DPRD Jeneponto dari partai yang sama.
“Dia sendiri yang bilang, sudah nikah siri dengan anggota DPRD Jeneponto sebelum pelantikan,” ujar HRM.
Dari hasil pernikahan siri itu, SR disebut telah melahirkan seorang anak.
“Diakan sudah punya anak sekarang dan sudah lahiran, sudah, justru dia mengakui bahwa sudah nikah siri sampai dia hamil itu, dia hamil itu kan dia melahirkan, saya dampingi melahirkan aja,” ungkap HRM.
Karena tak ingin mempertahankan rumah tangganya, HRM memutuskan untuk bercerai.
“Saya suruh dia ajukan cerai supaya cepat terbit akte cerainya. Saya tidak mau pelihara orang yang begitu,” ujarnya dengan nada kecewa.
Ia bahkan menantang agar kebenaran kasus ini dibuktikan melalui tes DNA.
“Silakan tes DNA kalau mau. Itu bukan rekayasa,” tegasnya.
HRM mengaku kecewa karena selama ini telah berjuang mendukung penuh mantan istrinya hingga berhasil menjadi anggota dewan.
“Saya habis-habisan bantu dia waktu kampanye, saya belikan mobil, bangunkan rumah. Apa kurangnya saya?,” bebernya.
Kini, HRM mengaku tengah menyiapkan langkah hukum dengan melaporkan dugaan perbuatan pimpinan DPRD Jeneponto itu ke pihak kepolisian dan internal partai.
“Saya akan laporkan ini, biar diproses sesuai aturan,” tandasnya.
Sementara itu, pimpinan DPRD Jeneponto yang disebut HRM membantah tuduhan tersebut.
“Saya bantah itu, tidak benar. Kalau dengan ibu Dewan yang di Takalar, memang kami satu partai, jadi wajar kalau saling kenal. Apalagi kabupaten tetangga,” ucapnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (21/10/2025).
Ia menilai tuduhan HRM hanyalah asumsi tanpa dasar yang jelas.
“Itu asumsi liar. Dasarnya apa, dan fakta otentiknya seperti apa?” ujarnya balik bertanya.
Secara terpisah, SR juga membantah keras tudingan adanya pernikahan siri dengan pimpinan DPRD Jeneponto.
“Siapa yang cerita? Ada buktinya mi? Saya tanya yang menyebarkan itu, ada buktinya atau tidak?,” ujarnya saat dihubungi awak media melalui telepon WhatsApp, Selasa (21/10/2025).
SR menuding bahwa isu tersebut disebarkan oleh mantan suaminya karena persoalan ekonomi.
“Sebenarnya mantan suamiku itu mau menjatuhkan saya, karena dia tidak ada sumber uang. Dari saya ji uangnya. Kita paham mi saya istri ke berapa?,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa hubungannya dengan pimpinan DPRD Jeneponto hanya sebatas rekan separtai.
“Kalau cerita saya menikah dengan ini itu, tidak benar. Kami hanya berteman seperti adik dan kakak karena satu partai,” katanya menepis tudingan tersebut.
Ketua DPRD Jeneponto, Didis Suryadi, mengaku terkejut dengan kabar tersebut dan memastikan akan menindaklanjuti laporan yang ada
“Saya kaget mendengar itu, yang pasti kak dalam waktu dekat kami akan panggil beserta dengan Badan Kehormatan (BK) mengkaji ini kak,” jelas Didis Suryadi dihubungi, Rabu (22/10).
Penulis: Irwan







