PALEMBANG — Publik kembali dihebohkan dengan kasus yang menyeret nama mantan pejabat daerah. JA, mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD OKU Selatan, menjadi sorotan setelah tertangkap berada di dalam sebuah kamar kos bersama seorang wanita yang diduga sebagai selingkuhannya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Penggerebekan terjadi pada Senin (23/6) di sebuah indekos yang terletak di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Demang Lebar, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang. Warga yang mengetahui kejadian tersebut mulai berkumpul di sekitar lokasi sejak pukul 17.50 WIB, penasaran dengan kehadiran mobil patroli Polsek Ilir Barat I yang sudah siaga sejak pukul 14.00 WIB.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa penggerebekan ini bermula dari kecurigaan istri sah JA, Yunita Rikumalasari.

Ia datang ke lokasi bersama kuasa hukumnya, Mardiana SH MH CPL, setelah membuntuti suaminya sejak pagi.

“Sejak jam 10 pagi kami mengikuti mereka, dan sempat melihat keduanya masuk ke dalam kos ini. Upaya penggerebekan pertama dilakukan bersama petugas pukul 14.00, namun yang bersangkutan tidak mau keluar,” ungkap Yunita.

Bahkan, kedua orang tua JA yang tak lain adalah mertua dari Yunita turut diajak untuk membujuk dari luar pintu.

Namun upaya tersebut tetap tidak berhasil karena JA enggan membukakan pintu, meski orang tuanya sendiri yang mengetuk.

Karena belum ada laporan resmi, pihak kepolisian sempat menahan diri untuk tidak melakukan tindakan paksa.

Akhirnya, Yunita bersama adiknya kembali mendatangi Polrestabes Palembang untuk melaporkan secara resmi dugaan perselingkuhan tersebut.

Setelah laporan diterima, petugas segera bertindak dengan mendobrak pintu kamar kos. JA yang ditemukan di dalam mengenakan topi dan kaus hitam sempat melawan saat akan diamankan.

Sementara wanita yang bersamanya, berinisial MZ, hanya berdiri terpaku melihat kerumunan warga yang menyoraki mereka. Keduanya kemudian diamankan ke Polrestabes Palembang oleh petugas.

Ketua RT setempat, Gani Asmadi dari RT 29 RW 08 Kelurahan Demang Lebar Daun, mengaku tidak menyangka kejadian seperti ini terjadi di wilayahnya.

“Rumah itu dulunya rumah pribadi. Setelah dijual sekitar setahun terakhir, baru difungsikan sebagai kos-kosan. Kami pun tidak mengetahui ada aktivitas semacam ini,” ungkapnya.**

Penulis: Zulkifli